Singgung Kepala OPD yang Jarang Ikut Safari Ramadan, Mashuri: Dinas Luar Kota Atau Takut Keluar…

Inilah Jambi – Bupati Merangin Mashuri mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak hadir dalam acara Pendistribusian Zakat Konsumtif Mustahik Baznas Merangin, Selasa (26/4).

“Mana nih Kepala OPD lainnya, Dinas luar kota atau takut keluar, kok saya nggak tau,” sindirnya saat menyampaikan sambutannya di ruang pola kantor bupati.

Bahkan Mashuri sempat menyinggung kepala OPD yang jarang mengikuti setiap kegiatan pemerintah daerah. Seperti saat kegiatan safari Ramadan di 24 Kecamatan.

Padahal menurutnya, kegiatan di bulan Ramadan merupakan ajang menggapai barokah.

“Meski ada sebagian juga kepala OPD yang tidak hadir, Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Saya atas nama pemerintah daerah, sudah mengajak, sudah mengimbau, agar mengikuti kegiatan itu.”

“Selaku pimpinan ini tugas saya, kalau tidak diajak nanti disalahkan. Memang, untuk ibadah dan beramal kita masing masing, tapi tidak salahnya ikut hadir mensyiarkan agama,” terangnya.

Mashuri juga menyampaikan, selama bulan Ramadan dirinya bersama Satpol PP dan instansi terkait juga ikut turun langsung memberantas penyakit masyarakat (pekat) ditempat hiburan malam (karaoke) dan tempat penginapan.

Dirinya didampingi pihak Satpol PP langsung turun kelapangan dan langsung menyegel tempat hiburan malam yang membandel.

“Kita berdosa besar kalau ini dibiarkan. Makanya kita menyegel tempat karaoke dan penginapan dibulan ramadhan ini. Sebab, saat razia ada pasangan bukan muhrim kedapatan di penginapan, begitu juga ditempat karaoke,” tegasnya.

“Namun kalau ada yang memusuhi kita untuk berbuat kebaikan ini terima sendiri resikonya, kita tidak ingin perbuatan maksiat terjadi di Merangin ini,” tambahnya.

Selain itu, Mashuri dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa perayaan Idul Fitri pada malam takbiran dengan melakukan pawai berjalan kaki yang dipusatkan di depan kantor Bupati Merangin.

“Kita sambut hari kemenangan dengan takbiran keliling berjalan kaki. Biasanya menggunakan kendaraan kita coba berjalan kaki ditahun ini untuk menghindari kemacetan kendaraan.”

“Dan di setiap masjid gemakan suara takbir hidupkan budaya siar agama dari nenek moyang kita terdahulu,” pungkasnya.

(*)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN