Total 18 Sumur Minyak Ilegal di Desa Pompa Air Bajubang Ditutup Pekan ini

Inilahjambi – Tim gabungan penutupan sumur minyak Ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari pekan ini telah menutup 18 sumur di desa tersebut.

Bagian Hukum PT Pertamina EP Jambi, Andrew, mengatakan, penutupan sumur-sumur tersebut dilakukan secara bertahap selama sepekan sejak Senin 18 Desember 2017 hingga Jumat 22 Desember 2017, dengan total jumlah sumur mencapai 18.

“Pada Senin 18 Desember 2017 telah ditutup 4 sumur, Kamis 21 Desember ditutup 9 sumur dan Jumat 22 Desember ditutup 5 sumur. Minggu ini dilakukan penutupan sejumlah 18 sumur,” kata Andrew melalui keterangan Pers kepada Inilahjambi. Jumat.

Menurut Andrew, penutupan dilakukan bersama tim yang terdiri dari Pemprov, Pertamina EP, Polres Batanghari, Polsek Bajubang, Kodim dan Koramil Batanghari, Satpol PP dan juga BLH Batanghari.

5 Sumur Baru

Sebelumnya, tim hanya menemukan 13 sumur yang digunakan untuk memompa minyak secara Ilegal di daerah tersebut.

Namun dalam perkembangannya, tim menemukan lagi 5 sumur yang letaknya agak tersembunyi. Dengan demikian jumlah sumur minyak ilegal yang ditemukan dan telah ditutup berjumlah 18 unit.

“Identifikasi awal tim menemukan 13 sumur, namun ketika tim melakukan penutupan kemarin ternyata ditemukan 5 sumur baru. Dan hari ini kami tutup semua,” ujar pria berkacamata ini.

Pada Senin lalu, tim bergerak menuju Desa Pompa Air untuk melakukan penutupan. Sumur sumur tersebut ditutup dengan semen dan dicor.

Andrew mengatakan, secara umum sumur Ilegal yang dibuat oleh warga itu memiliki kedalaman kurang dari 100 meter. Pengeboran sumur dilakukan secara manual menggunakan teknik pengeboran sumur dengan peralatan sederhana.

“Dengan teknik sederhana dan modal yang tidak terlalu besar, mereka mengebor tanah seperti mengebor sumur,” papar Andrew pekan lalu.

Meski sumur-sumur itu digali diatas tanah milik warga, namun secara hukum tindakan tersebut bertentangan dengan Undang Undang Migas yang berlaku di Indonesia. Dan walaupun tanah tersebut milik warga, namun kawasan tersebut masih masuk dalam Wilayah Produksi Pertamina EP Jambi.

“Jadi kawasan itu masuk dalam Wilayah Produksi Pertamina EP Jambi. Pihak Pertamina sendiri telah melakukan seismik di kawasan tersebut, meski belum diteliti lebih lanjut potensi minyak yang ada di kawasan tersebut,” kata Humas Pertamina EP Arina, pekan lalu.

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN