Ulah Si Mulut ‘Ember’, Penjual Kompor Diciduk Densus 88 Karena Dikira Teroris

Inilahjambi, MEDAN – Sebanyak 11 pria asal Provinsi Lampung diamankan polisi dari rumah kontrakan milik M Siahaan di belakang gereja Katolik di Jalan Tandang Buhit, Kelurahan Pardede Onan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Senin 5 Desember 2016 jelang tengah malam.

Awalnya, 11 pria itu diamankan warga karena dicurigai sebagai teroris. Kecurigaan warga bermula dari ucapan oknum tak bertanggung jawab yang menyebut bahwa 11 pria itu adalah teroris yang melarikan diri dari Siborong-borong.

“Hasil interogasi dan wawancara yang dilakukan Sat Intelkam Polres Tobasa, berkoordinasi dengan Densus 88 AT, sampai saat ini belum ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam jaringan teroris,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa 6 Desember 2016.

Rina mengatakan, 11 laki-laki itu memang pernah mengontrak di Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara. Mereka bekerja sebagai sales dan mekanik dari UD Tabet Jaya yang bergerak di bidang alat-alat rumah tangga, pengaman kompor, dan penghemat kompor.

Kantor pusat UD Tabet Jaya berada di Jalan Raya Raden Intan, Desa Negeri Jaya, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tangga Mus, Lampung.

Sehari-hari, 11 warga itu bekerja menggunakan satu mobil Avanza warna kuning metalik dan enam sepeda motor berpelat BE.

“Kendaraan ini untuk bekerja, menjual, dan mempromosikan alat pengaman kompor gas ke desa-desa,” ucap Rina.

Dia mengungkapkan, pada Jumat 2 Desember 2016, Kasubdit IV Intelkam Polda Sumut melalui pesan WhatsApp memberitahukan seluruh jajaran Intelkam tentang adanya 11 warga Lampung yang perlu diselidiki.

Kasat Intel Polres Tobasa lalu melakukan penyelidikan dan penggalangan. Aparat menginterogasi ketua kelompoknya, Syahmiri (43), warga Desa Banding Agung, Lampung.

Menurut Syahmiri, mereka baru lima hari mengontrak di rumah Siahaan yang dikenal sebagai kepala lingkungan itu. Dengan biaya Rp 1 juta, rencananya mereka tinggal selama sebulan di Taput.

“Untuk bekerja, mereka membuat peta lokasi agar tidak terjadi kesalahan di lapangan. Keberadaan mereka di setiap desa diketahui para kepala desa,” ujar Rina.

Pemilik UD Tabek Jaya, Desven Riady, yang dihubungi Kasat Intelkam AKP Nazaruddin membenarkan bahwa 11 warga Lampung itu adalah karyawannya, dan mereka dibekali surat tugas.

Kesebelas orang tersebut adalah Syamsiri (43), Junaidi (48), Zarruddin (49), Erwinsyah (21), Fikri Irawan (17), Suprizal (22), Daniel Syahputra (30), Devi Irawan (29), Arif Riansyah (24), Azmi Ardiansyah (23), dan Wahyudi (28).

Sebelumnya, mereka juga mengontrak rumah di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) pada 23 Agustus 2016. Di Kota Kisaran pada September 2016, di Tomok Kabupaten Samosir pada Oktober 2016, dan di Parapat Kabupaten Simalungun pada November 2016.

Mereka juga mengontrak di Pangugururan Kabupaten Samosir selama 15 hari, di Kabupaten Humbahas selama delapan hari, di Siborong-borong selama tiga hari, terakhir pada 30 November 2016 di Kabupaten Tobasa.

 

 
(Sumber: Kompas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN