UPCA Kota Jambi Belum Kembalikan Duit Negara Rp5 Miliar, Tenggat 60 Hari Sudah Lewat, Membangkang?

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Kepala UPTD Unit Pengolah Campuran Aspal (UPCA) Kota Jambi, Ajisra Windra, belum mengembalikan duit senilai Rp5,12 miliar milik negara.

Uang senilai itu diklaim BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi sebagai kerugian negara atas praktek ilegal pelaksana teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi itu. Akibat praktik ilegal itulah, Pemkot Jambi menerima “Discalimer Opinion” dari lembaga pemeriksa keuangan, untuk pengelolaan keuangan daerah tahun 2015 lalu.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK disebutkan, Ajisra Windra harus mengembalikan uang negara setelah 60 hari sejak disampaikannya laporan tersebut. Laporan itu diteken Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Eliza, pada 30 Mei 2016 lalu. Artinya, terhitung pada 30 Juli 2016, genap 60 hari laporan itu diabaikan oleh Ajisra Windra.

“Untuk UPCA sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” kata Inspektur Kepala Kota Jambi Hafny Ilyas, Senin 1 Agustus 2016.

Dia menyebutkan apabila sudah ada tindak lanjut maka akan ada laporan ke pihaknya. “Laporannya juga belum ada sama saya,” katanya usai mengikuti paripurna di DPRD Kota Jambi.

Hafny menyebutkan, pihaknya sesuai perintah BPK sudah menyampaikan soal tersebut kepada UPCA agar ditindaklanjuti. Tindak lanjut dalam bentuk pengembalian uang negara ke kas daerah itu harus divalidasi kembali oleh Inspektorat.

“Kita sudah sampaikan action klaimnya, kita tak bisa memaksakan,” sebutnya.

Berbeda dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi yang juga harus mengembalikan uang negara ke kas daerah, BPK RI tidak merujuk jabatan kepada Ajisra Windra (Kepala UPTD UPCA), melainkan langsung nama yang tersangkut.

Selain Ajisra Windra, BPK juga memerintahkan sejumlah pejabat lain mengembalikan uang negara ke kas daerah Kota Jambi. Diantaranya, yakni, Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Sekretariat DPRD Kota Jambi dengan nilai berbeda-beda,

Kepala UPTD UPCA Kota Jambi Ajrisa Windra tidak mengangkat penggilan telepon inilahjambi.com. Pesan singkat untuk mengkonfirmasi yang dikirim juga tidak dibalas.

Sementara itu:

 

 

 

(Zalman Irwandi)

Bagikan
HOT NEWS