Usulkan Duet Jokowi-Sri Mulyani, Politikus Golkar Gusrizal Dicibir Kawan

Inilahjambi, JAMBI – Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi, Gusrizal mengusulkan agar Golkar mulai melisting Calon Wakil Presiden untuk mendampingi Jokowi. Gusrizal bahkan secara terang menyebut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan dua lainnya sebagai pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Bisa Sri Mulyani, Bu Khofifah Indar Parawansa, atau Sri Sultan Hamengku Buwono X,” ujar Gusrizal dalam Rakornis Golkar di Hotel Peninsula, Jakarta pada Sabtu 3 September 2016 kemarin.

Sontak saja, usulan Gusrizal ini menuai cibiran banyak orang. Sebab kekuasaan Presiden Joko Widodo belum berjalan setengah periode sejak terpilih pada 2014 lalu. Banyak pihak meminta agar Golkar memperhatikan kepentingan rakyat dalam waktu dekat ini terkait kerja Jokowi, ketimbang mewacanakan duet pasangan untuk pilpres 2019 mendatang.

Para politisi juga ramai mengomentari usulan Golkar melalui Gusrizal ini. Seperti dilansir detik.com, Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin menegaskan, partainya tidak akan ikut buru-buru mempersiapkan Pilpres.

“Itu haknya Golkar, silakan saja. Kalau PDIP sih kerja dulu. Saya khawatir kalau PDIP mengatakan mulai jauh-jauh hari sudah bicara Pilpres, kapan kerjanya,” kata Tubagus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 7 September 2016.

Terpisah, PPP mengingatkan agar partai pendukung Jokowi memberi support dengan kerja, bukannya membuat manuver politik.

“Bagi PPP, dukungan terhadap pencapresan 2019 kepada Pak Jokowi seharusnya dilakukan dengan kerja-kerja pemerintahan dan politik di parlemen. Bukan dengan statement politik,” kata Sekjen PPP Arsul Sani.

Asrul Sani bahkan meminta agar Golkar tdak merecoki kerja Jokowi dengan kepentingan partai.

“Dan tidak melakukan hal-hal yang ‘merecoki’ menteri dari parpolnya untuk kepentingan parpol” ungkap anggota Komisi III DPR ini.

Sementara itu Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera) Nusron Wahid menyatakan bahwa hal itu baru sekadar wacana. Dia menyerahkan keputusan ke Jokowi.

“Boleh boleh saja. Tetapi itu menurut saya masih terlalu jauh,” ujarnya.

Politis PKB juga meminta Jokowi tetap fokus untuk memenuhi janji-janjinya.

“Pak Jokowi harus percaya diri dan penuhi janji-janjinya dulu. Masih jauh kok 2019,” ungkap politisi PKB Maman Imanulhaq.

Maman menilai dukungan Golkar bisa membelenggu. Nawacita harus jadi cita-cita, bukan periode kedua.

“Jangan sampai dukungan Golkar membelenggu. Jokowi harus fokus mewujudkan Nawacita dan Tri sakti,” kata dia.

PKB pun menilai langkah Partai Golkar yang sudah ‘mengunci’ Jokowi itu terlalu cepat. Kritik pun dilontarkan.

“Secara fatsun politik terlalu cepat, tidak terlalu bagus. Kalau PKB melihat bahwa Jokowi jangan dibebani oleh target-target politik praktis,” ucap Maman.

 

 

 

 

 
(Muhammad Ikhlas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOROTAN