Warga Batanghari Ini Ukir Sandal Jepit Jadi Gambar Keren

Sandal Unik Jambi

Inilahjambi – Sandal jepit atau sandal Jepang yang umumnya dipakai oleh orang Indonesia sebagai alas kaki, kini tengah naik daun. Pasalnya sandal bermerk Swallow ini menjadi semakin kece dan menarik setelah dipoles oleh tangan-tangan kreatif anak negeri.

Sandal murah-meriah ini, kini menjadi sasaran pelaku seni ukir dalam menorehkan gambar-gambar artistik, mulai dari logo club sepak bola, tokoh anime, fhoto pemilik sandal, gambar hewan, serta beberapa gambar unik lainnya.

Di beberapa derah Indonesia, seperti halnya di Pulau Jawa, seni ukir sandal jepit ini sudah mulai digeluti.

Di Provinsi Jambi sendiri, khususnya di Kabupaten Batanghari, seni ukir sandal jepit juga digeluti oleh Aziz Murtadlo (20), warga Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari Jambi.

Dirinya mengapresiasikan seninya; pada sandal jepit, yang dinamakan dengan Sandal Unik Jambi (SALUNJA).

Seni ukir sandal jepit ini sudah ditekuninya sejak dua tahun terakhir, ide ini didapatnya saat masih berada di pondok pesantren, dimana umumnya para santri memakai sandal jepit, dan sering tertukar, lantaran warna dan bentuknya yang sama.

Baca juga: Harta Kekayaan Syarif Fasha Melonjak Sejak Jadi Walikota Jambi

Untuk membedakan sandalnya, dirinya membuat tanda di sandal dengan mengukir nama maupun gambar,” ya takut tertukar, kami tandai sandalnya dengan ukiran-ukiran,” katanya

Cara tersebut kemudian menjadi hobi yang hingga saat ini ditekuninya. Tak ayal, hasil kreasinya ini pun kini kian diminati pengemarnya dari berbagai daerah bahkan dari luar Provinsi Jambi.

Alhamdulillah banyak yang pesan, kemarin ada juga dari Bali dan daerah Jawa,” paparnya.

Adapun cara membuat ukiran sandal jepit ini sangat sederhana, yakni terlebih dahulu buat pola gambar sesuai yang diinginakan di permukaan sandal, setelah itu baru kemudian diukir dengan pinset atau pisau kater

Dalam melakukan pengukiran, diperlukan kehati-hatian dan kesabaran, agar ukiran halus dan rapi. Setelah diukir, sandal kemudian dicuci bersih, hingga garis pola dan noda bekas ukiran hilang. Setelah itu kemudian sandal dikeringkan hinggap siap dipakai atau dipajang.

Baca lagi: Begini Kondisi Rumah Cek Endra di Jambi Usai Bupati ini Diperiksa Kejagung

Ukiran sandal ini beragam jenisnya, biasanya bergantung pada momen dan pesanan konsumen. “ Tergantung pesanan, selain hanya sebatas dipakai kembali sebagai alas kaki, juga bisa kita buatan dalam bentuk jam dinding, atau lukisan untuk dipajang di rumah,” terangnya.

Aziz mengatakan, untuk mengukir satu pasang sandal, biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam, dengan dipatok harga RP 50 ribu hingga RP 80 ribu, tergantung tingkat kesulitan cara mengukirnya.

Aziz sendiri memanfaatkan jejaraing media sosial untuk mempromosi barang hasil kerjainannya. Bagi anda yang berminat untuk memesan sandal kreasinya, bisa mengunjungi d iakun facebooknya yakni “Sandal Unique Jambi” atau di nomor WhatsApp 081540976494.

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN