Warga Penerokan Blokade Truk Batubara, Kades: Warga Marah Karena Sudah Jatuh Korban

Kades Penerokan Sugiono

Kades Penerokan Sugiono (Vid)

Warga Penerokan Blokade Truk Batubara, Kades: Warga Marah Karena Sudah Jatuh Korban

Baca jugaDishub: Yang Berwenang Menindak Truk Batubara itu Polisi, Kami Sudah Pasang Rambu

Inilahjambi – Warga Panerokan Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari memblokir truk batubara, malam ini 19 Februari 2020 di kilometer 43.

Menurut Kepala Desa Penerokan, Sugiono, warga marah karena aktivitas truk batubara ini tidak mengenal waktu.

Bahkan sudah jatuh korban dari pihak warga minggu lalu karena kecelakan akibat aktivitas kendaraan berat ini.

“Jalan ini jalan umum. Masyarakat dengan adanya mobil tambang ini (truk batubara) merasa terganggu. Masyarakat sebagai pengguna jalan resah. Apalagi sudah jatuh korban minggu lalu. Ini yang membuat situasi menjadi panas,” kata Sugiono kepada Inilahjambi di lokasi, malam ini.

Di lapangan saat ini aparat kepolisian dari Polsek Bajubang dan Polres Batanghari bersiaga.

Menurut Kades aksi ini murni atas kehendak warga yang marah karena merasa terganggu dengan aktivitas truk batubara ini.

“Ini murni aspirasi warga. Mereka marah dan kesal. Saya sebagai kades tidak bisa melarang,” kata Sugiono.

Harapan warga, ujar Sugiono lagi, aktivitas truk batubara ini dibatasi pada malam hari saja, sehingga tidak mengganggu dan mengancam keselamatan warga.

“Kalau bisa truk ini lewat saat sepi sekira pukul 9.00 atau 10.00 malam ke atas. Jangan siang hari. Dan warga juga minta ke pemangku kebijakan agar mengeluarkan aturan yang bisa dipegang, sehingga dapat menghindari taksi anarkis dari warga,” tutur Sugiono lagi.

Baca juga: Breaking News: Warga Penerokan Beraksi, Blokir Truk Batubara

Baca juga:

Dishub: Yang Berwenang Menindak Truk Batubara itu Polisi, Kami Sudah Pasang Rambu

Inilahjambi – Dinas Perhubungan Provinsi Jambi mengaku tidak dapat menegakkan sendiri aturan yang berlaku terkait lalu lalang armada batubara di ruas jalan provinsi Muarabulian-Tempino via Bajubang.

Menurut Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariadi, sesuai kewenangan, mereka telah memasang rambu jam operasional untuk armada batubara itu.

“Sesuai kewenangan kami yang membidangi sarana dan prasarana, kami sudah memasang rambu jam operasional sebagai instrumen dalam penegakan hukum,” kata Wing kepada inilahjambi, Senin malam 3 Februari 2020.

baca selengkapnya

 

(David)

 

INFORIAL