Wisata Alam Penuh Sensasional di Candi Koto Mahligai, Muarojambi

Inilahjambi, MUAROJAMBI – Kompleks percandian Muarojambi, Kabupaten Muarojambi, Jambi ternyata tidak hanya bisa dilalui jalur darat dengan kendaraan bermotor saja. Namun, bisa juga melalui jalan kaki dan menggunakan perahu.

Aksi jalan kaki bertajuk “jungle tracking” ini membuat Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik kaget sekaligus kaget. Pasalnya, dalam perjalanan ke candi Koto Mahligai di Desa Muarojambi, Kabupaten Muarojambi sungguh tidak melelahkan. Tapi sebaliknya, sangat mengasyikan.

“Saya kaget juga, tapi mengasyikkan sekali. Kalau tahu masyarakat Jambi atau wisatawan luar tahu hal ini. Wah…luar biasa asyiknya,” ungkap Erwan.

Bagaimana tidak asyik, pengalaman menakjubkan ini tidak hanya diikuti Pejabat Provinsi saja, tapi juga Plt Bupati Muarojambi Khailani, Kasrem 042/Garuda Putih Letkol Yudi, Kapolres Muarojambi dan Masyarakat lainnya, termasuk sejumlah awak media.

Mulanya perjalanan diawali dari sebuah kanal sungai di Desa Danau Lamo, Kabupaten Muarojambi. Rombongan selanjutnya, berjalan di sebuah hutan yang masih alami.

Keindahan alam, bunyi serangga khas hutan pun mulai mengiang di gendang telinga para jungle tracking. Tidak itu saja, tumbuhan khas hutan, seperti rotan, pohon yang tinggi dan besar masih bisa ditemui.

Namun pengunjung harus hati-hati, sebab binatang babi hutan acap kali bisa ditemukan melintas di dalam hutan.

Ini terlihat, dari bekas tanah galian telapak dan hidungnya. Selain itu, terdapat beberapa kubangan tempat pemandian babi hutan yang tidak ada tersentuh sama sekali.

Sekitar setengah jam perjalanan, pengunjung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu. Di Sungai Koto Mahligai ini, perjalanan tidak mudah, pasalnya harus melewati belantara hutan yang terdapat kayu sepang yang masih rimbun.

Pengunjung pun harus berkali-kali menundukkan kepalanya, agar tidak terkena benturan kayu sepang yang tumbuh malang-melintang di tengah sungai yang alirannya tenang.

Sekitar setengah jam kemudian, barulah rombongan sampai di kompleks percandian Koto Mahligai yang dikelilingi pohon rindang, tinggi yang berdiameter besar yang diperkirakan berusia lebih 100 tahun.

Puas melihat keindahan alam di kawasan candi, kemudian rombongan menuju tempat istirahat yang masih alami untuk istirahat sembari disambut nyanyian dan gamelan tradisional oleh perempuan lanjut usia.

“Ini wisata alam yang belum terekspose sama sekali. Alamnya masih terlihat alami. Saya minta jangan direkayasa seperti daerah lainnya,” harap Erwan.

Sekda yakin bila seluruh stakeholder bersatu bersama membangun tempat wisata alam ini akan menjadi tempat wisata yang menarik.

Senada dengan Sekda Provinsi Jambi, Plt Bupati Muarojambi Jambi Khailani merasakan pengalaman yang sensasional.

“Ini merupakan objek wisata natural yang sangat sensasional dan tidak ditemukan di tempat lain,” katanya seraya berharap kegiatan ini bisa menjadi industri pariwisata yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

 

 

 

 

(Azhari)

HOT NEWS