Youth Preneur Spotlight 2025 sebagai Ruang Akselerasi dan Networking Wirausaha Muda Jambi
Youth Preneur Spotlight 2025 sebagai Ruang Akselerasi dan Networking Wirausaha Muda Jambi
Inilah Jambi – Setelah mendapatkan pembekalan dasar kewirausahaan, para peserta Youth Preneur Spotlight: Pitching Business 2025 melanjutkan rangkaian kegiatan dengan sesi materi pitching bisnis yang dibawakan oleh Diki Hanesa. Sesi ini menjadi titik krusial bagi peserta untuk memahami bagaimana sebuah ide usaha dikemas dan disampaikan secara menarik serta bernilai jual.
Bertempat di Gedung Pramuka Kwarda Provinsi Jambi, pada 17 Desember 2025, Diki Hanesa mengajak peserta memahami bahwa pitching bukan sekadar presentasi, melainkan seni bercerita tentang bisnis. Peserta diarahkan untuk mampu menyampaikan ide secara ringkas, terstruktur, dan berorientasi pada solusi. Dalam pemaparannya, Diki Hanesa menekankan pentingnya kejelasan pesan dan ketepatan sasaran audiens. “Pitching yang efektif bukan soal durasi panjang, tetapi tentang seberapa jelas masalah, solusi, dan peluang bisnis yang ditawarkan,” ungkapnya di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan mencakup penyusunan alur pitching, penentuan value proposition, pemahaman pasar, hingga cara membangun kepercayaan saat berhadapan dengan, investor, mentor maupun mitra bisnis. Peserta juga diajak berlatih menyederhanakan ide bisnis kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan simulasi pitching berlangsung. Banyak di antara mereka yang baru menyadari bahwa ide bisnis yang baik perlu dikomunikasikan secara tepat agar dapat diterima dan dikembangkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dengan Jambi Youth Community Fest juga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi yang berfokus pada penguatan kapasitas pemuda di bidang kewirausahaan dan startup. Melalui materi pitching bisnis yang disampaikan Diki Hanesa dan juga ada narasumber lainnya yaitu dedi handoko peserta diharapkan tidak hanya siap tampil di atas panggung, tetapi juga siap menghadapi dunia usaha yang sesungguhnya, di mana ide harus mampu dikomunikasikan, diyakini, dan diwujudkan. (Red)
