Staf Hutan Harapan PT REKI Diculik, Disandera Perambah, ‘Camp’ Diserbu dengan Parang
Inilahjambi – Seorang staf Hutan Harapan yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), Kardiyono (42) diculik oleh perambah hutan pada Selasa malam 11 Desember 2018 sekitar pukul 21.00 WIB.
Penculikan ini buntut dari penahanan satu orang perambah oleh tim perlindungan hutan dan masyarakat Batin Sembilan di area MoU Sungai Kelompang bernama Lukman (53), pada hari sebelumnya.
Baca juga: Jembatan Ambruk, Jalur Padang-Bukittinggi Terputus
Dalam siaran pers PT REKI yang diterima inilahjambi, disebutkan, para penculik yang diidentifikasi sebagai kelompok masyarakat Alam Sakti mendatangi basecamp Hutan Harapan di Desa Bungku. Mereka dilaporkan secara brutal sambil membawa senjata tajam, menculik salah seorang staf Bagian Jalan dan Jembatan, yakni Kardiyono (42 tahun).
Sempat terjadi ketegangan karena staf Hutan Harapan berupaya menghalangi tindakan penculikan tersebut. Namun karena masyarakat tersebut bersenjata tajam dan beringas dengan jumlah yang lebih besar serta kondisi yang gelap, tindakan penculikan tidak dapat dihalangi.
Lihat juga: Si Jago Merah Mengamuk, Satu Rumah di Telanaipura Ludes Terbakar
Manajemen PT Reki selanjutnya berkoordinasi dengan aparat keamanan, yakni Polres Batanghari untuk mengambil langkah selanjutnya, termasuk membawa kembali Kardiyono yang diculik oleh para perambah.
Dari komunikasi dengan para penculik, diketahui bahwa Kardiyono diamankan di rumah seorang warga yang diduga masih keluarga Lukman di Alam Sakti.
Sampai siaran pers ini dibuat pukul 12.30 WIB, proses perundingan pelepasan staf Hutan Harapan dari para penculik di Alam Sakti masih berjalan.
