Mon. Nov 18th, 2019

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara/net

94,7 Persen ASN Tolak Dipindah ke  Ibukota Baru, Siap Siap Ajukan Pensiun Dini

Inilahjambi  – Hampir semua Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) menolak rencana pemindahan Ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan.
Penolakan atas rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM).

Baca juga: Jalanan di Manokwari Papua Mencekam, TNI Disiagakan

Hasilnya, sebanyak 94,7 persen ASN menyatakan menolak jika Ibukota dan pusat pemerintahan dipindah ke Kalimantan.

Direktur Eksekutif IDM Harly Prasetyo menyatakan, survei tersebut dilakukan dalam bentuk tanya jawab yang dilakukan terhadap 1.225 responden yang tidak lain adalah ASN.

Mereka mewakili sekitar 800 ribu ASN yang bertugas di pemerintahan pusat.

“Sebanyak 94,7 persen ASN menolak ibukota dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kalimantan. Sebanyak 3,9 persen menyatakan setuju. Sedangkan sisanya abstain,” kata Harly, Minggu (26/8/2019).

Survei tersebut juga mengungkap ada dua alasan besar yang menjadi dasar penolakan.

93,7 persen menyatakan khawatir dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan anak yang kurang bermutu.

Sebab, mereka menilai sarana yang berkualitas banyak di DKI Jakarta.

“Sebanyak 92,6 persen ASN menyatakan gaji dan pendapatan mereka tidak akan mencukupi biaya hidup mereka di ibu kota baru,” ungkap Harly.

Para responden juga ditanya bagaimana jika mereka dipaksa pindah bertugas ke Ibukota Negara yang baru.

Hasilnya, sebanyak 78,3 persen ASN memilih akan mengajukan pensiun dini dari tugasnya.

Sedangkan 19,8 persen lainnya mengaku akan ikut pindah dan sisanya menjawab tidak tahu.

Untuk diketahui, survei IDM ini dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 20 Agustus 2019 lalu.

Survei dilakukan menggunakan metode multistage dandom sampling dengan jumlah respondent 1.225.

Sedangkan tingkat kepercayaan disebut mencapai 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,1 persen.

Sudah dibagikan