Mon. Nov 18th, 2019

Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019).

Jalanan di Manokwari Papua Mencekam, TNI Disiagakan

Inilahjambi – Kondisi di Manokwari, Papua Barat mencekam. Pasukan TNI disiagakan. Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari Letkol Inf Andi Gus Wulandri mengatakan mereka telah menerima perintah untuk bersiaga dari Panglima TNI.

“Kami di TNI siaga. Kodam siaga, pimpinan panglima,” ujar Andi saat dihubungi Senin 18 Agustus 2019.

Baca juga: Menteri Perdagangan Membangkang ke Jokowi…

Andi menduga kerusuhan ini adalah imbas dari peristiwa kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya.

Sebelumnya pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Sabtu lalu, 17 Agustus 2019, terjadi penggerebekan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Pacar Keling, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Penggerebekan dilakukan oleh aparat TNI diikuti pengepungan Satpol PP dan ormas. Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Kantor Polres Surabaya.

Diduga penggerebekan dipicu kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya jatuh di depan asrama. Sedangkan di Malang terjadi bentrokan polisi dengan mahasiswa asal Papua yang demonstrasi pada 15 Agustus 2019.

Situasi terkini terpantau dari unggahan video pengguna Twitter, diketahui terbakarnya gedung DPRD di Papua Barat. Menurut keterangan yang mereka bubuhkan gedung DPRD dibakar oleh massa pagi tadi. Andi pun membenarkan hal tersebut. “Kabarnya begitu,” ucapnya.

Sudah dibagikan