Semen Jalan Kurang 54 Sak, Warga Desa Sengkati Gedang, Mersam Protes
Inilahjambi, BATANGHARI -Warga Desa Sengkati. Gedang, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, protes terhadap pihak Desa.
Mereka mengeluhkan pembangunan jalan yang diduga tidak sesuai dengan kesepakatan bersama.Menurut Usman, dan Kholik. warga setempat, jalan yang dibangun bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 420 juta lebih tersebut jauh dari harapan sebenarnya.
” Waktu di forum rapat yang pada saat itu berlangsung di kantor desa bersama masyakat, kita sepakat jalan sepanjang 1.780 meter itu harus mengunakan material semen 1 sak untuk 1 meter jalan. Namun temuan dilapangan terdapat 280 meter jalan hanya 226 sak semen, jadi kemana yang 54 sak semen lagi,” ungkapnya, Rabu 14’September 2015.
Usman menyebutkan, selama ini masyarakat hanya diam terkait proses pembangunan jalan sepanjang 1.780 yang berada di RT 05 Desa Sengkati Gedang itu. Karena masyarakat menganggappl bahwa itu sudah sesuai dengan hasil forum.
“Masyarakat sebagian tidak tahu, apakah itu sudah sesuai dengan hasil forum. Tapi setelah di cek, ternyata diduga ada penyimpanngan.” Katanya.
Usman mengatakan, pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak berwenang. Karena kata Usman, kalau tidak ditindaklanjuti hal ini akan merugikan masyarakat banyak.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melaporkan hal ini kepada Kejaksaan untuk menyelidik pembangunan jalan ini,” ujarnya.
Usman juga berharap agar, kalau memang pembangunan tersebut menyalahi aturan yang ada minta pihak yang terlibat dalam di dalam pembangunan tersebut agar dibertangung jawab secara hukum.
“Kita sangat berharap kalau memang ada kesalahan, kami minta pihak yang terlibat untuk mempertanggung jawabkan dalam mengunakan anggaran tersebut.” Harapannya.
Sementara saat wartawan ini menghubungi pihak Desa Sengakti Gedang untuk konfirmasi nomor tidak diangkat dan sms tidak dibalas. Selang beberapa menit ada nomor baru menghubungi wartawan ini yang mengaku dari pelaksana kegiatan mengatakan, bahwa dari perangkat desa tidak membatasi untuk pemakaian material.
“Kita akui dari masyarakat seolah-olah mencari keburukan kami,” kata si penelpon tersebut.
(Syahreddy)
