Anggaran Menipis, Syahirsah Lirik Dana CSR Perusahaan di Batanghari, Tapi Sayangnya….
Inilahjambi, BATANGHARI – Pemerintah Kabupaten Batanghari mulai melirik alternatif pendanaan untuk menutupi defisit anggaran di daerah itu, salah satunya dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Sayangnya, selama ini dana CSR itu ditengarai tidak berjalan alias tidak tersalurkan secara maksimal, kata Bupati Batanghari Syahirsah. Alhasil, dia tampak berang belum lama ini.
Syahirsah menyatakan akan segera melayangkan surat kepada sejumlah perusahaan nakal yang tidak mengeluarkan dana CSRnya.
“Saya janji akan kirimkan surat secepatnya kepada sejumlah perusahaan, dengan tujuan forum CSR bisa segera berjalan,” tegas Syahirsah.
Syahirsah mengatakan, Kabupaten Batanghari sangat membutuhkan bantuan dari sejumlah pihak. Salah satu bantuan yang dibutuhkan Pemkab Batanghari yakni dari sejumlah perusahaan.
“Anggaran Kabupaten Batanghari sedang defisit, makanya sangat butuh bantuan pihak ketiga seperti perusahaan,” tuturnya.
Bantuan yang diharapkan seperti pembangunan gedung sekolah, jalan serta sarana lainnya. Jika kebutuhan ini telah terpenuhi, ia yakin Kabupaten Batanghari tidak akan begitu merasakan dampak defisit anggaran.
Dampak dari defisit anggaran dirasakan oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah. Pasalnya, Bupati Syahirsah terpaksa menghentikan sejumlah proyek, dengan tujuan menutupi defisit anggaran.
Kabupaten Batanghari sebenarnya telah membentuk Forum CSR. Hanya saja sampai hari ini, forum CSR tersebut tidak berjalan alias jalan di tempat.
Perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR, sebagian besar tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar. Padahal hampir 80 Persen perusahaan yang berdiri dalam wilayah Kabupaten Batanghari, merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
(Syahreddy)
