Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Batanghari Minim, Ini Pasalnya….

Inilahjambi, BATANGHARI – Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Batanghari saat ini masih minim. Pasalnya, karena saat lambatnya proses pendataan dari satuan pendidikan yang ada.

Seperti yang dikatakan Kabid Dikmenti, Dinas PDK Batanghari, M Syar’i Saman, saat berbincang dengan harian ini, Selasa 20 September 2016, penyebab terjadinya penurunan penyaluran KIP kepada siswa miskin yakni keterlambatan pendataan di sekolah.

“Dinas PDK telah menyurati seluruh sekolah untuk melakukan pendataan seluruh siswa yang berhak menerima KIP tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Syar’i juga menjelaskan, kendala yang terjadi saat ini untuk penyaluran program Indonesia Pintar sendiri tidak dilakukan secara langsung oleh Dinas PDK lagi. Dikarenakan saat ini pendataan sudah melalui sistem online (dapodik). Ini terjadi setelah ada perubahan yang tidak lagi dilakukan oleh pihak dinas terkait, hanya saja ini merupakan suatu tanggung jawab dinas pendidikan daerah dalam penyaluran KIP itu sendiri.

“Kewenangan kita saat ini, agar sekolah secepat mungkin mendata siswa dan dikirim secara online melalui Dapodik dan secara tertulis untuk laporan ke dinas pendidikan daerah. Untuk itu kita menyurati sekolah untuk melakukan percepatan pendataan,” jelasnya.

Sementara itu, dari data jumlah siswa penerima program bernama Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga tahun ini tidak lebih dari 17 persen dari jumlah siswa. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Batanghari, pada tahun 2015 terdapat sebanyak 33.080 siswa SD. Dari jumlah itu tercatat hanya 7.267 yang sudah menerima PIP. Sementara untuk tingkat SMP dari total 9.348 siswa yang menerima PIP sekitar 1.913 siswa.

Plt Kepala Dinas PDK, Jamilah menjelaskan proses yang dilalui hingga siswa mendapat KIP diawali dari surat kementrian yang kemudian disebarkan ke sekolah. Pihak sekolah melalui kepala desa atau lurah kemudian mendata siswa yang layak menerima KIP dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

“Selanjutnya data dari kades/lurah di input ke Dapodik oleh sekolah terkait,” katanya.

Berdasarkan data Dapodik tersebut, kementrian akan mengeluarkan nama penerima KIP yang diteruskan ke dinas terkait. Selanjutnya nama penerima yang keluar akan memasukkan nomor PIP sebagai validasi akhir data penerima KIP. “ Seperti itu mekanismenya,” kata Jamilah.

Di tahun 2016 ini, PIP disalurkan dalam 16 tahap, tahap pertama untuk tingkat SD ada 1.196 siswa penerima, tahap kedua sebanyak 746 siswa dan tahap kelima ada 3.857 siswa. “ Total siswa SD penerima PIP tahun ini ada 5.799 siswa, artinya baru 17 persen dari jumlah siswa menerima PIP. Pada penyaluran PIP tahap ketiga dan empat, Batanghari tidak mendapatkan kuota,” ujarnya

Sementara untuk tingkat SMP, total penerima PIP tahun 2016 ini sebanyak 1.410 siswa, artinya baru 15 persen siswa yang menerima PIP, jika dibandingkan dengan jumlah seluruh siswa yang ada. “ Untuk tingkat SMA/K saat ini masih divalidasi. Data siswa yang sudah menerima PIP sebagai dasar dikeluarkannya KIP,” ujarnya.

Jumlah bantuan dana yang diterima dari KIP sebesar Rp 1 juta untuk tingkat SMA, Rp 700 ribu untuk SMP dan Rp 500 ribu untuk SD. Terhadap siswa yang tidak menerima KIP, Dinas Pendidikan memberikan program bantuan lain berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta bantuan dari APBD Batanghari.

 

 
(Syahreddy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN