RI dan Denmark Siap Restorasi Hutan Harapan yang Dikelola PT REKI
Inilahjambi, JAMBI – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar bersama Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Clynge akan melakukan restorasi Hutan Harapan yang berada di Kabupaten Batanghari yang dikelola oleh PT.Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).
Siti Nurbaya mengatakan, saat ini banyak hutan yang rusak, oleh karena itu dia sangat berharap PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) dan Kedutaan Besar Denmark melakukan perbaikan di kawasan Hutan Harapan yang terletak di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, Jambi.
Hal ini disampaikan Siti Nurbaya saat melakukan tatap wajah dan edukasi kepada sejumlah warga Suku Anak Dalam Batin Sembilan di Desa Bungku di lokasi camp PT REKI, Selasa malam, 27 September 2016.
“Ada alamnya di Hutan Harapan ini rusak. Kami harap PT REKI dan kedubes Denmark bisa lakukan perbaikan pada Hutan Harapan ini,” Ungkap Siti Nurbaya, Rabu Malam 27 September 2016.
Diketahui, Hutan Harapan adalah kawasan hutan yang menjadi lokasi pertama usaha restorasi ekosistem di hutan produksi. Hutan Harapan dikelola oleh PT.REKI melalui 2 IUPHHK yang diberikan oleh Menteri Kehutanan RI pada tahun 2008 dan 2010.
Gagasan restorasi ekosistem di hutan produksi adalah untuk membalikkan kecenderungan degradasi dan deforestasi agar hutan alam yang memiliki ekosistem penting tetap terjaga manfaat dan keberadaannya, ini siatif hutan harapan setidaknya menyelamatkan 20 persen hutan dataran rendah yang tersisa di Sumatera.
Di dalam hutan harapan ini terdapat 728 Pohon, 64 Mamalia, 55 Amfibi, 307 Burung, 71 Reptil dan 123 Ikan yang akan dilestarikan habitatnya oleh PT REKI.
Selain itu, dukungan Pemerintah Denmark kepada Hutan Harapan ini telah dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2015 dengan memberikan dukungan pendanaan kegiatan restorasi hutan, perlindungan hutan dan pengembangan kemitraan dengan masyarakat serta pengembangan infrastruktur.
Pemerintah Denmark juga berkomitmen untuk memberikan dukungan pendanaan kegiatan hutan harapan pada tahun 2016-2018 untuk pencegahan hutan, pengembangan usaha multiproduk serta penyelesaian konflik lahan.
Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge menjelaskan tujuan kedatangannya ke Provinsi Jambi, dia mengharapkam dukungan Gubernur Jambi untuk melestarikam Hutan Harapan.
“Mengharapkan dukungan dari kepemimpinan Gubernur Jambi untuk pelestarian Hutan Harapan, agar Hutan Harapan tetap unik dan teratasi dari imigran yang ilegal, dan saya sangat senang karena gubernur telah menyatakan dukungan. Hutan Harapan ini merupakan rainforest (hutan hujan tropis) yang penting bagi Indonesia,” ujar Casper Klynge.
Casper Klynge menyatakan, alasan memilih Jambi karena memiliki hutan hujan tropis yang unik, 20 persen dari low land rainforest (hutan hujan tropis) yang tersisa ada di Sumatera, dan hutan hujan tropis yang sangat unik dengan biodiversity (makluk hidup yanng beragam) yang perlu dilindungi dengan berbagai alasan, selain alasan keanekaragaman makluk hidup juga untuk penyimpanan karbon di hutan.
“Kami juga ingin mengkaji hubungan yang lebih luas dengan Jambi ke arah investasi dan perdagangan, dan semoga bisa kita wujudkan,” tambah Casper Klynge.
Sebelumnya Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, Pemprov Jambi tidak bisa melakukan upaya pelestarian hutan sendiri, maka dirinya sangat senang karena Pemerintah Denmark telah memberikan perhatian besar untuk melestarikan hutan di Jambi.
“Saya sangat berterimakasih dari pihak Pemerintah Denmark memberikan perhatian yang sangat besar, tinggal bagaimana agar mereka dapat melanjutkan kerjasama ini, karena untuk mendapatkan kepercayaan ini tidak mudah,” ungkap Zola, Selasa 27 September 2016 di rumah dinas Gubernur Jambi.
Baca juga:
(Zalman Irwandi)
