Material Proyek Berserak di Jalan Sunan Giri Ancam Keselamatan Warga, Kontraktor: Kan Belum Ada yang Celaka!
Inilahjambi, KOTA JAMBI – Kontraktor pelaksana proyek PT Air Panas Semurup, yang mengerjakan proyek peningkatan Jalan Sunan Giri, Kota Jambi, mengaku telah menetapkan standar keselamatan baik terhadap pekerja maupun warga yang melintas.
Mereka menolak disebut mengabaikan keselamatan warga terkait banyaknya material proyek yang berserak di badan Jalan Sunan Giri yang tengah mereka tangani.
“Itu kan sudah kami pasang plang, kami minta maaf. Kalau ternyata masih ada warga yang melintas disana, itu bukan kuasa kami lagi,” kata Jumadi, kontrkator pelaksana peningkatan Jalan Sunan Giri, Kota Jambi dari PT Air Panas Semurup.
Jumadi mengaku, perusahaan sudah menurunkan beberapa petugas untuk mengatur arus lalu lintas di sana, meskipun dalam kenyatannya tidak ada petugas yang mengatur, terutama saat jam-jam sibuk, sehingga kemacetan tak terhindar.
Saat ditanya bagaimana dengan potensi kecelakaan yang akan menelan korban akibat banyaknya material yang berserak dan lubang galian tanpa penerangan saat malam hari, JuUmadi mengelak. Menurut dia, belum ada laporan kecelakan yang terjadi kepada warga akibat proyek yang tengah mereka kerjakan.
Baca juga:
“Kan belum ada yang celaka. Kita Tidak bisa melarang orang melintas disana. Tapi kami minta agar warga maklum dengan kondisinya. Itu merupakan konsekuensi yang terjadi saat ada perbaikan jalan. Dimana-mana begitu,” kilahnya.
Kontraktor yang dikenal dekat dengan Walikota Jambi ini, mengaku anggaran yang telah ditetapkan dalam proyek itu tidak cukup jika pihaknya harus mendetil menjaga keselamatan warga, termasuk membayar petugas pengatur lalu lintas dan sebagainya.
“Kalau pakai sistem drop angkut material, mana cukup dananya. Kami harus sewa mobil, tempat dan sebagainya. Anggarannya sudah ditetapkan segitu. Kami ini diawasi oleh konsultan, pihak PU dan lainnya. Jadi sudah sesuai dengan standar,” paparnya.
Jumali menegaskan, pihaknya akan tetap bekerja dengan kondisi seperti itu. Dan dia minta agar warga maklum dengan proyek yang tengah mereka kerjakan.
“Kalau ada warga yang tidak suka, itu biasa. Ada yang suka atau tidak. Kalau ada yang mau lapor polisi juga silahkan,” pungkasnya.
Baca ini juga:
(Nurul Fahmy)
