Saluran Bocor, Limbah Pabrik Karet Star Rubber di Bungo Masuk ke Sungai Jujuhan
Inilahjambi – Limbah berbentuk lumpur sisa produksi pabrik pengolahan karet, PT Star Rubber, dari kolam penampungan mengalir masuk sampai ke Sungai Jujuhan di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Limbah tersebut dikhawatirkan berbahaya karena berpotensi mencemari sungai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi segera menutup kanal pembuangan limbah olahan perusahaan itu pada Rabu 22 November 2017 lalu.
Kabid Penaatan DLH Provinsi Jambi, Ismei Kurnia, mengatakan, temuan ini didapatkan ketika pihaknya melakukan pengecekan rutin di Kabupaten Bungo.
“Kami menemukan kebocoran saluran limbah dari kolam penampung milik perusahaan karet tersebut. Limbah tersebut telah masuk ke dalam Sungai Jujuhan. Saat ini kami tengah menguji sampel limbah yang kami ambil dari air sungai tersebut. Hasilnya akan didapatkan 10 hari lagi,” kata Ismei, Jumat 24 November 2017.
Dikatakan Ismei, keberadaan kolam penampungan limbah itu juga diduga bermasalah, sebab dibuat tanpa pemberitahuan atau kajian lingkungan oleh instansi terkait .
“PT Star Rubber ini ternyata memiliki dua kolam sludge (lumpur) yang terpisah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)nya. Masing-masing sludge berukuran lumayan lebar. Sekitar 8 x10 meter dan sebagian telah tertutupi semak belukar,” terang Ismei.
Lumpur yang mengendap di kolam itulah yang merembes hingga ke kanal yang menuju Sungai Jujuhan.
“Hari itu juga kami langsung perintahkan agar dilakukan penutupan kanal dan segera membuat kolam emergensi. Dari kolam darurat tersebut limbah akan dipompa kembali ke Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) milik mereka,” papar pria 46 tahun itu.
Dikatakan Ismei, izin lingkungan anak perusahaan Sri Trang Group, Myanmar yang memiliki kapasitas produksi 5 ribu ton perbulan ini dikeluarkan pada Desember 2013 lalu. Namun mereka baru beroperasi pada 2016.
Ismei Kurnia menuturkan, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai peraturan jika limbah perusahan tersebut terbukti telah mencemari lingkungan.
“Nanti kita lihat hasil uji laboratoriumnya dulu,” pungkas Ismei.
(Nurul Fahmy)
