Kehadirannya di Acara KPK Menuai Kritik, Zola: Memang Kenapa itu?
Inilahjambi – Kehadiran Gubernur Jambi Zumi Zola dalam acara pembukaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Jambi pada 19 Maret 2018 menuai kritik dari banyak pihak, salah satunya Indonesian Corruption Watch (ICW).
Zola sendiri mengaku heran banyak orang yang mempermasalahkan kedatangannya di acara KPK.
“Memang kenapa itu? Kan ada acara (KPK), kemudian KPK menindaklanjuti ada acara tentu ya saya sebagai tuan rumah ya hadir,” ujar Zumi Zola Jumat 23 Maret 2018.
Menurut Zola, sebagai tuan rumah, dia wajib hadir karena acara tersebut merupakan pengarahan untuk jajarannya di lingkungan Pemprov Jambi.
“Saya ndak tau yang mempermasalahkan saya ndak tau. Yang jelas itikadnya simpel saja sederhana ada acara di Pemprov saya sebagai gubernur yang saya hadir. Saya juga engga tau itu di bagian mana yang dipermasalahkan,” kata Zumi.
Saat ditanya soal kedatangan lnya ke acara tersebut atas undangan KPK, Zumi tak menampik hal tersebut. Dia melempar untuk menanyakan ke Sekretaris Daerah (Sekda) tentang acara itu.
“Nih kalau teknis tanya pak sekda ya, kan undangan ada ya saya sebagai Gubernur saya hadir di situ. Justru kalo saya engga hadir saya salah dong. Kan anak buah saya kan yang diberikan arahan di situ. Sesimpel itu. Menghargai acara pimpinan KPK dengan cara saya menghadiri acara itu. Sesimpel itu,” ucapnya.
Kegiatan pencegahan korupsi yang digelar KPK di Jambi itu digelar pada 19 Maret 2018 sampai 23 Maret 2018. Acara itu dihadiri dan dibuka Zumi, yang kemudian disambut kritik oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).
ICW menilai keterlibatan Zumi yang berstatus sebagai tersangka adalah suatu keteledoran dan dinilai merusak citra KPK. Mereka menganjurkan KPK memeriksa pegawai yang menjadi penanggung jawab acara.
(N Fahmy/inilah.com)
