Kepala Dinas di Sungaipenuh Usir Atlet Taekwondo yang Latihan Dikantornya
Kepala Dinas di Sungaipenuh Usir Atlet Taekwondo yang Latihan Dikantornya
Inilah Jambi – Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kota Sungaipenuh, Armen tengah menjadi sorotan. Pasalnya, Armen mengusir dan melarang atlet taekwondo latihan di halaman kantor tersebut.
Video Armen mengusir atlet dibawah komando anggota DPRD Kota Sungaipenuh, Ferry Satria itu pun viral dan tersebar di media sosial.
Video berdurasi 2 menit 50 detik itu terjadi perdebatan antara atlet taekwondo dengan Kadis tersebut, dan terdengar persoalan pemakaian WC yang menjadi alasan tidak diperbolehkan latihan.
Atlet yang belum diketahui namanya itu, berupaya menjelaskan bahwa mereka sudah biasa latihan di lokasi tersebut.
“Kami tanggung jawab, setiap selesai latihan kami bersihkan sampah, kami juga tidak mengganggu kantor, kami hanya memakai halaman yang ada rumput. Kami juga jarang pakai WC, kalau ada kami tetap bersihkan,” ungkap atlet.
Selain itu, atlet tersebut juga mempertanyakan apa alasan mereka tidak diperkenankan latihan disana. Selain itu, juga menjelaskan bahwa mereka adalah atlet Kota Sungaipenuh dibawah naungan KONI Sungaipenuh.
Baca juga:
- Bukan Cuma Jambi, 3 Bulan Gaji Nakes Wisma Atlet Senilai Rp57 Miliar Juga Belum Dibayar Pemerintah
- Pemkot Sungaipenuh Coret 25 Ribu Lebih Peserta JKN-KIS
“Kami ini atlet resmi, kami bertanding membanggakan Kota Sungaipenuh. Ketua kami (Cabor Taekwondo, red) Pak Ferry Satria (Anggota DPRD, red),” jelasnya.
Namun, tetap saja, mereka tidak diperbolehkan latihan di lokasi tersebut. Kadis Armen, mengatakan tidak boleh, dan mengusir para atlet dengan nada keras, sembari mimik tangan mengusir.
“Tidak boleh, pokoknya tidak boleh. Terbakar kantor ini saya yang tanggung jawab,” ungkapnya dengan nada tinggi.
Bahkan saat atlet menyebutkan ketua mereka adalah Ferry Satria, tetap saja tidak merubah suasana, malah semakin memanas.
“Panggil (Ferry Satria,red) kesini, panggil kesini menghadap Kadis,” katanya lagi dengan nada lebih meninggi.
Hingga akhirnya, para atlet terpaksa mengalah dan tampak dalam video atlet beranjak dari hadapan oknum pejabat yang mengusir.
Terkait kejadian tersebut Ketua Cabor Takwondo Indonesia (TI) Kota Sungaipenuh, Ferry Satria, dikonfirmasi wartawan untuk meminta tanggapan terkait hal tersebut, mengaku sangat kecewa atas perbuatan tersebut.
Ferry menjelaskan bahwa atlet yang diusir merupakan atlet Taekwondo yang telah mengharumkan nama Kota Sungaipenuh diberbagai ajang kompetisi.
“Saya prihatin. Main di lapangan parkir pun tidak boleh. Padahal yang bermain anak-anak yang berdomisili daerah sekitar (Koto Keras dan Koto Renah, red),” ungkap Ferry melalui pesan singkat, Senin malam, 14 Februari 2022.
Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kota Sungaipenuh, Armen, dikonfirmasi wartawan melalui handphone belum ada jawaban, pesan singkat yang dikirim belum dibalas.
(Idp)
