Adab Agar Doa Dikabulkan Allah

Inilahjambi– Salah satu cara manusia sebagai hamba Allah untuk meminta sesuatu kepada Allah adalah melalui Doa. Dengan berdoa, insyaallah apa yang menjadi keinginan dan apa yang sudah dicita-citakan akan dikabulkan oleh Allah.

Ya…, walaupun cara Allah dalam menjawab doa seseorang itu berbeda-beda. Ada yang langsung dikabulkan oleh Allah, ada yang ditunda dulu oleh Allah, dan ada juga yang tidak Allah berikan atau kabulkan, namun digantikan dengan yang lebih baik menurut Allah SWT. Namun demikian, agar doa kita didengar serta dikabulkan oleh Allah, hendaknya kita memahami tata cara atau adab dalam berdoa maupun berzikir.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan adab dan tata cara berdoa, seperti berikut ini:

1. Dilakukan pada waktu yang mulia, seperti pada hari Jumat, hari Arafah, bulan Ramadan, dan sepertiga malam.

2. Dilakukan dalam keadaan yang khidmat, seperti pada waktu sujud, sebelum dan setelah salat wajib.

3. Menghadap kiblat.

4. Ketika berdoa, hendaklah dimulai dengan memuji Allah SWT. Kemudian diiringi dengan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan diakhiri dengan keduanya.

5. Hendaklah membaca syahadat, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang dilakukan sengaja maupun tidak.

6. Berdoa dengan merendahkan diri penuh harap menggunakan bahasa yang sederhana serta suara yang lemah lembut.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS Al A’raf;55).

7. Bersabar dalam doa, tidak bosan dan putus asa.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah;153).

8. Jika seseorang berdoa untuk orang lain, hendaknya dia berdoa untuk dirinya terlebih dahulu, baru kemudian mendoakan orang lain.

9. Berdoa dengan ber-tawassul/menggunakan nama-nama Allah SWT yang mulai dan sifatNya yang Maha Tinggi atau dengan amal saleh.

“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.” (QS Al Araf:180).

10. Hendaklah ketika berdoa itu dalam keadaan suci, memakai pakaian yang bersih, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang halal.

“Tidak akan masuk surga setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram,” kata Rasulullah SAW.

 
(Sumber: merdeka.com)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN