Banjir Rendamkan Tujuh Kecamatan, Kabupaten Batanghari Siaga Darurat

Gambar dan Teks Sumber : Serujambi.com

Inilahjambi – Tingginya muka air Sungai Batanghari sebabkan 7 kecamatan terendam banjir. Dari kondisi tersebut, Kabupaten Batanghari memasuki status siaga darurat.

Baca lagi Si Jago Merah Mengamuk, Satu Rumah di Telanaipura Ludes Terbakar

Dikatakan Sekretaris BPBD Batanghari, Samral Lubis bahwa saat in tingginya muka air Sungai Batanghari masih fultuatif. BPBD Batanghari mencatat ketinggian muka air 3,19 meter, ini naik 3 cm dari sebelumnya.

Walaupun dengan kondisi seperti itu, BPBD Batanghari belum meningkatkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Meski curah hujan turun, namun jika terjadi muka air naik satu meter maka Batanghari kritis atau masuk bencana.

Disampaikannya, berdasarkan pantauan BPBD dari tujuh kecamatan itu ada beberapa sektor yang telah terendam banjir, diantaranya pendidikan, pertanian dan perkebunan. Sejumlah sekolah mulai terdampak, seperti sekah dasar di Desa Olak Besar, Kecamatan Bathin XXI.

“Dari hasil pemetaan, ada 86 desa tiap tahun tergenang air. Dan saat ini Air sudah masuk ke area sekolah. Tiga lokal di salah satu sekolah dasar, sudah tergenang air,” katanya Selasa 11 Desember 2018.

Dikatakannya, berdasarkan laporan dari Kecamatan Maro Sebo Ilir, sejumlah titik di jalan Desa Danau Embat-Desa Bulian Jaya, amblas. Peristiwa itu terjadi pada 7 Desember lalu.

“Berdasarkan laporan yang kita terima, beberapa titik mengalami kerusakan. Longsor mengakibatkan badan jalan menjadi amblas, sehingga dibutuhkan perbaikan,” ungkapnya.

Dikatakannya pula, saat ini status di Batanghari masih siaga darurat. Tim BPBD masih memantau ketinggian muka air. Jika terjadi peningkatan 1 meter, maka segera diusulkan menjadi tanggap darurat.

“Kita berharap, tinggi muka air terus turun. Namun, kalau kenaikan satu meter, maka status ditingkatkan menjadi darurat siaga,” terangnya.

Dijelaskannya, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan di Bumi Serentak Bak Regam akan terjadi pada Februari 2019. Namun, warga diminta selalu waspada, khususnya di daerah aliran sungai (DAS).

“Kita mengkhawatirkan longsor tebing akan berdampak pada pemukiman warga yang rumahnya berada dinpinggir sungai,” jelasnya.

Di Desa Rambutan Masam, lanjutnya, air sudah menggenangi rumah warga. Ketinggian air sekitar 30 cm meter atau setinggi lutut orang dewasa.

“Kita juga sudah siagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta perahu karet untuk membantu warga. Berkat pintu air yang baru dibangun, cukup menahan air,” ungkapnya.

Baca lagi : Jembatan Ambruk, Jalur Padang-Bukittinggi Terputus

Dirinya mengkhawatirkan banjir pada tahun 2016 lalu, bisa terjadi lagi tahun ini. Ciri-ciri banjir sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu terakhir, seperti terjadinya naik-turunnya muka air sungai Batanghari.

“Banjir 2016 lalu, ketinggian muka air 4 meter lebih dari masa 40 hari,” pungkasnya.

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN