Bimtek Janggal Ratusan Kades Merangin, Bayar Rp8 Juta Naik Bus ke Jawa

Bimtek Janggal Ratusan Kades Merangin, Bayar Rp8 Juta Naik Bus ke Jawa


Inilah Jambi – Kegiatan bimbingan teknis kepala desa dan BPD se Kabupaten Merangin pada Senin 25 Oktober 2021, di Ratu Convention Center (RCC), Kota Jambi, menuai protes dari para peserta. Pelaksanaan kegiatan dinilai tidak sesuai rencana.

Salah seorang peserta yang minta namanya dirahasiakan, mengatakan, penyampaian 5 materi berbeda pada Selasa 26 Oktober 2021 hanya diselesaikan dalam waktu singkat oleh masing- masing pemateri.

“Kami sudah protes ke panitia. Hampir ribut. Terkait hotel juga. Masak bimtek dipaksakan selesai dalam beberapa jam saja padahal dengan lima materi yang kami rasa kurang efektif, kegiatan di laksanakan Selasa 26 Oktober pagi, pukul 08.00 WIB sampai siang,” kata dia, dia dikutip Ampar.id.

Usai bimtek yang singkat, katanya, pukul 15.00 WIB sore harus berangkat ke Bandung (Jawa Barat).

“Naik bus, ujar peserta ini. Padahal, masing-masing peserta harus membayar Rp8 juta perorang kepada panitia untuk kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Andre Fransusman,S.STP, saat dikonfirmasi, menjelaskan dia tidak mengetahui hal itu. Pasalnya dia tak ikut sama sekali dan hanya diwakili staf PMD.

“Saya dak ikut, kami dak tahu. Itu urusannya kepala desa masing-masing (Apdesi, kades dan lembaga/travel) bagaimana komitmennya kami gak ikut campur,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (27/10)

Dikatakan dia, sesuai jadwal yang diterima PMD, disebutkan bimtek dilaksanakan di Hotel Ratu (RCC) dari tangggl 25 sampai dengan 26 Oktober 2021, dan dilanjutkan studi pengelolaan BUMDes di Cibodas, Jawa Barat, dari tanggal 27 sampai 30 Oktober 2021.

“Wah saya gak tahu itu, kalau materi baru dimulai pagi Selasa 26 Oktober, karena kan PMD hanya diundang dan mendampingi,” jelas Andre

Terkait keberangkatan para peserta menggunakan bus, Kadis PMD kembali menjelaskan jika itu diluar pengetahuan PMD.

“Kalau itu, konfirmasi langsung aja ke penyelenggara. Kan dia sudah kontrak, yang jelas komitmen awalnya seperti apa Apdesi dengan Lembaga/Travel kami gak tahu”, tegasnya.

Panitia pelaksana dari PT. Diva Lookah Multindo Tour & Travel, Ari Budi Pratiwi, membantah adanya peserta yang protes terkait keberangkat kegiatan itu.

“Gak ada cuma miskomunikasi aja, bohong itu kalau ada yang protes pasti mereka nemui saya. Buktinya berangkat semua, karena sudah disepakati dari jauh-jauh hari,” kata Ari Budi Pratiwi yang menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut, melalui sambungan telepon, Selasa malam, dikutip Ampar.id.

Sementara Ketua Apdesi Merangin, Abu Bakar alias Acang, mengatakan dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut. Dia tidak ikut dan berada di Bangko.

“Saya dak ikut dindo baru sudah operasi, bukan saya lepas tanggung jawab, tapi ada keterwakilan pengurus Apdesi yang ikut,” ujarnya.

Baca juga:

Dijelaskannya, memang awalnya kesepakatan MOU Apdesi dengan Lembaga/Travel naik pesawat, karena covid (PPKM) saat ini, tidak diberangkatakan alias diundur, dan jadwalkan lagi berangkat.

“Kalau berangkat naik udara harus PCR, makanya lewat darat dengan tidak mengurangi bajed dengan tambahan hari.

Acang, mengatakan terkait protes peserta saat bimtek di Jambi, diakuinya sudah mendapatkan laporan beberapa kades.

“Nanti saya komunikasi dulu sama lembaga terkait ini, kita tak ingin uang rakyat sia-sia tidak bermanfaat”, katanya

Ditambhakan, Wakil Ketua APDESI 1 Merangin, Anton Prasetyo, justru berbeda dengan jawaban pihak lembaga/travel. Dia mengakui adanya protes dan nyaris ribut mulut dari beberapa peserta terkait keberangkatan studi banding keluar daerah dan mereka menolak jalur darat (naik Bus).

“Memang ada kemarin. Tapi hanya miskomunikasi saja sudah kita carikan solusinya,” jelasnya singkat.


 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.

Tinggalkan Balasan

SOROTAN