Tue. Jul 16th, 2019

Bocah SD Setubuhi Siswi SMA Sampai Hamil dan Melahirkan….

Sumber detik.com/Foto: Ilustrasi

Inilahjambi – Seorang siswa SD dan siswa SMP di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo memperkosa seorang siswi SMA sampai hamil.

Baca juga: Nyoblos di Singapura, Marissa Nasution Ikut Antre Panjang

Perbuatan pelaku sudah dilakukan sejak setahun lalu. Korban kini bahkan sudah melahirkan.

“Korban ini masih berkerabat dengan pelaku yang SMP. Korban memang tinggal di rumah orang tua pelaku SMP sejak kecil,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, Senin 15 April 2019.

Baca juga: Fachrori Umar Nyoblos di Telanaipura, Rahima di Bungo….

MMH adalah sepupu korban. MMH sendiri meski sudah berusia 18 tahun, ia masih duduk di bangku SMP karena beberapa kali tak naik kelas. Sementara pelaku yang masih SD berusia 13 tahun.

Eddwi mengatakan korban pertama kali diperkosa pada April tahun lalu. Korban awalnya diperkosa oleh MMH, pelaku yang SMP. Penolakan korban berakhir sia-sia karena MMH mengancam akan mengusir dari rumah orang tuanya jika korban menolak permintaannya.

Di lain waktu, MMH mengulangi perbuatannya. Namun kali ini MMH mengajak temannya yang masih SD untuk memperkosa korban. Perbuatan ketiga dan selanjutnya dilakukan berbarengan dan ada yang dilakukan pelaku SD sendirian. Perbuatan itu dilakukan di rumah MMH saat keadaan sepi.

Perkosaan itu pada akhirnya membuat korban hamil. Korban yang mengaku hamil membuat para pelaku ketakutan dan tak memperkosa korban lagi.

“Pelaku telah memperkosa korban sekitar 5 kali hingga korban hamil. Dan pihak keluarga baru tahu bahwa pelakunya adalah MMH dan temannya yang masih SD,” kata Eddwi.

Baca juga: Kapolres Muarojambi: Optimalkan Sinergitas Polri-TNI untuk Sukseskan Pemilu 2019

Polisi yang mendapatkan aduan warga sekitar segera mengambil tindakan. Polisi langsung meringkus kedua pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur.

“Pelaku terancam pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI, nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun kami akan koordinasikan lagi kepada kejaksaan negeri, karena para pelaku juga masih berusia di bawah umur,” tandas Eddwi.

 

 

Sudah dibagikan