Dari Yon Adlis ke Saiful Bahri Lubis; Pisah Sambut Kepala Kantor Bahasa Jambi

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Kantor Bahasa Provinsi Jambi mengadakan kegiatan pisah sambut antara kepala kantor lama Yon Adlis dengan kepala kantor yang baru Saiful Bahri Lubis, pada Rabu 20 Januari 2016 di aula KBPJ.

Yon Adlis kepada Inilahjambi menyatakan, dirinya akan kembali ke kampus Universitas Jambi (Unja) sebagai dosen, setelah hampir 13 tahun meninggalkan kampus karena menjadi kepala Kantor Bahasa Jambi.

“Proses kembalinya saya ke kampus telah selesai. Saya sudah komunikasi dengan Rektor Unja. Semester ini juga saya akan kembali mengajar. Tinggal menunggu ujian Doktoral saya selesai,” katanya, Rabu.

Kepada Kepala Kantor baru, dia berpesan agar kegiatan Kajian Tradisi Melayu Jambi yang selama ini dijalankannya terus dilanjutkan.

“Kajian ini akan menjadi dokumentasi peradaban Melayu Jambi, saya berharap kajian ini diteruskan oleh kepala yang baru,” ujar Yon Adlis yang menjabat sejak tahun 2013.

Di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Yon Adlis mengaku akan mengajar mata kuliah Semiotika Budaya dan Tradisi Lisan.

Sejauh ini, Yon berujar, banyak perubahan dalam masyarakat dalam memandang bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Dulu banyak masyarakat yang tidak tahu dan mengenal bahasa sebagai cermin berpikir dan cermin budaya, sekarang sudah jauh lebih baik. Masyarakat kini sudah paham dan mengerti bahwa kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Indonesia harus terus dibina, dikembangkan,” ujarnya lagi.

Ke depan Yon ingin menjalin hubungan dua lembaga ini (KBPJ dan unja) lebih formal dalam bidang kajian budaya.

“Saya juga sudah usulkan ke Rektor Unja agar membuka jurusan Kajian Budaya Jambi. Lembaga inilah yang nantinya akan lebih banyak bekerja sama dengan Kantor Bahasa, Taman Budaya, Dewan Kesenian Jambi dan lembaga-lembaga budaya dan kesenian lainnya. Saya tetap akan mensupport kantor ini dengan cara saya,” pungkas Yon.

Baca juga;

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Saiful Bahri Lubis mengatakan, pihaknya tetap akan menjalankan berbagai program kantor bahasa yang lama. Sebab rencana program telah disusun jauh hari sebelumnya. Dan saat ini tinggal pelaksanaannya saja.

“Perubahan kepala berlangsung setelah rencana program disahkan dan diajukan, jadi kita sekarang tetap akan menjalankan program seperti biasa,” katanya.

Dikatakan dia, dalam tahun ini target internal yang ingin dia capai adalah pembenahan struktur dan administrasi kantor, kemudian mengupayakan perubahan status kantor menjadi balai.

KBPJ 1

“Khusus untuk status, kami akan upayakan berubah menjadi balai. Secara administrasi dan jumlah pegawai, KBPJ sebenarnya sudah siap menjadi balai,” ucapnya.

Untuk tahun depan, lanjut dia, semua program yang akan dilaksanakan harus benar-benar muncul dan diprogram oleh rekan-rekan, termasuk bagian teknis, sehingga kendala-kedala yang selama ini terjadi dapat diminimalisir.

“Program itu sebaiknya diajukan dari bawah. Sehingga kendala-kendala teknis yang dihadapi dapat diminimalisir, sebab pelaksananya adalah mereka-mereka yang di lapangan. Selama ini yang terjadi, program dan kegiatan disusun tanpa melibatkan banyak pihak sehingga kendala-kendala teknis dan administratif kerap terjadi,” ujarnya lagi.

Saiful Bahri Lubis juga mengatakan, pihaknya akan mulai membuka lagi jaringan dengan berbagai pihak agar peran dan fungsi lembaga ini lebih banyak bermanfaat bagi orang banyak.

“Selama ini kita sudah banyak berkomunikasi dengan berbagai lembaga lain. Namun ada satu dua yang sempat terputus, seperti DPRD, Kepolisian dan lainnya. Inilah yang akan kita lanjutkan lagi,” kata dia.

Dipaparkan Saiful, komunikasi lintas lembaga sangat penting mereka lakukan, agar peran dan fungsi lembaga ini lebih dapat maksimal dan mampu memberi arti kepada masyarakat banyak.

“Kami tidak ingin lagi ada anggota DPRD, misalnya, yang bertanya, ‘Kantor bahasa itu apa, tugasnya, fungsinya apa’. Kan sayang sekali kalau selalu begitu. DPRD saja tidak tahu, apalagi masyarakat awam,” ujarnya.

Ke depan, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi yang baru ini berharap lembaga seperti DPRD melibatkan ahli bahasa dalam menyusun produk-produk legislasi seperti Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Termasuk juga kepolisian dan jaksa saat pembuktikan perkara atau hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa.

“Untuk tahun ini target kami tidak muluk-muluk. Yang penting ada pembenahan termasuk menjalin hubungan/komunikasi yang lebih intens dengan pihak luar,” katanya.

Kegiatan pisah sambut yang dilaksanakan sejak pukul 10.00 WIb itu juga sempat diisi dengan pembacaan puisi oleh beberapa pegawai kantor yang aktif dalam dunia kesenian dan sastra.

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN