Digugat Maskur Anang, PT WKS Mangkir dari Persidangan

BERITA JAMBI TERKINI

Digugat Maskur Anang, PT WKS Mangkir dari Persidangan

 

Inilah Jambi – Sidang pertama gugatan Maskur Anang terhadap PT WKS dan sejumlah tergugat lainnya pada hari ini, Selasa 23 Mei 2017 ditunda hingga 6 Juni 2017 mendatang.

Menurut Maskur Anang, majelis hakim memutuskan mendunda persidangan karena kuasa hukum pihak PT WKS sebagai tergugat pertama, serta dua tergugat lainnya, yakni Kementerian Kehutanan dan Gubernur Jambi tidak datang pada hari ini.

“Yang datang hanya perwakilan PT Ricky, PT Makin juga tidak datang. Alasannya tidak jelas, ujar Maskur, Selasa 23 Mei 2017 di Pengadilan Negeri Jambi.

Agenda sidang hari ini sedianya akan mempertemukan para tergugat dengan penggugat untuk proses mediasi. Namun Maskur Anang sebagai pihak penggugat menyatakan tidak akan melakukan mediasi lagi dengan pihak yang digugatnya.

Baca juga:

“Saya sampaikan ke majelis hakim. Saya tidak mau mediasi lagi. Karena selama ini upaya tersebut gagal. Sudah berrtahun-tahun masalah ini. Saya bahkan sempat di penjara 7 bulan dan 2 tahun oleh pengadilan yang memutuskan laporan PT WKS atas diri saya,” kata Maskur.

Atas dakwaan hakim itu, yang kemudian hari dianggap tidak sah melalui putusan Mahkamah Agung, hidup saya, ujar Maskur, jadi menderita. Keluarga saya berserak dan nama baik saya rusak. Saya bahkan sampai jatuh sakit,” papar Maskur.

“Dari dulu upaya mediasi selalu gagal. Mereka tidak mau, dan bahkan mengacuhkan saya. jadi tidak ada mediasi lagi. Lanjut ke proses peradilan. ” kata Maskur Anang.

Dijelaskan Maskur Anang berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) tanah dengan seluas 10.120 Ha yang saat ini dikuasai PT WKS itu merupakan miliknya dan berdasarkan itupula dirinya kembali melakukan penuntutan terhadap PT WKS.

“Dalam kasus ini ada keterlibatan pejabat negara seperti Kementrian Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup, serta Gubernur Jambi pada era tahun 2004,” keluhnya.

Dalam gugatannya, Maskur menyatakan PT. WKS telah menyalahgunakan Surat Menteri Kehutanan Nomor 1198/Mehut-IV/1997 tertanggal 7 Oktober 1997 kemudian dimanipulasi menjadi SK Nomor 277/Mehut-II/2004 tertanggal 2 Agustus 2004
dalam satu bulan kemudian dimanipulasi kembali menjadi SK Nomor 346/Mehut-II/2004 tertanggal 10 September 2004.

Sampai  siang  ini PT  WKS belum dapat  dihubungi,  termasuk para pihak  lainnya. Sementara  sejumlah  anggota  LSM menggelar unjuk rasa  di halaman  pengadilan dan  gedung DPRD Provinsi  Jambi terkait  sengketa lahan  ini.

Up Date:

Sementara terpisah, Humas PT WKS, Taufik saat dikonfirmasi menyatakan siap mengikuti gugatan yang dibawa ke Pengadilan Negeri Jambi itu.

“Ya silahkan saja. Itukan hak masing-masing, kita hormati sebagai negara hukum yang berkeadilan,” bilang Taufik menjawab dilansir dinamikajambi.com, Selasa 23 Mei 2017 malam.

Dalam penyampaiannya, Taufik memaparkan beberapa proses hukum dalam kasus lahan ini secara singkat. Bilang Taufik, pihaknya siap mengikuti proses persidangan kedua gugatan.

Ia mengatakan, dalam sidang perdana hari ini, pihaknya sudah diwakili oleh Warisman dan Naikman Malau. Secara tersirat, Taufik sudah mengetahui substansi gugatan.

“Untuk persidangan selanjutnya, kita siap,” tandasnya.

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]

Tinggalkan Balasan

SOROTAN