Dihakimi Siswa di Lapangan Sekolah, Kepala MAN Model: Tidak Apa, Ini Pembelajaran Demokrasi

Inilahjambi, JAMBI – Ratusan siswa MAN Model Kota Jambi melakukan unjuk rasa menuntut sejumlah penjelasan dari Kepala Sekolah MAN Model, Dr Jamilah, MPDi pada Senin siang 23 Januari 2017, sekitar pukul 12.30 wib.

Tidak seperti unjuk rasa lainnya, siswa malah mengajukan pertanyaan langsung kepada Jamilah dengan dialog yang simpang siur dan terkesan kacau. Sebagian siswa berdialog, sebagian duduk, sebagian siswa lain justru tampak santai lalu lalang. Sementara para guru berdiri di bagian belakang dan berdiam.

Sejumlah pertanyaan siswa terdengar menohok, mulai dari penampilan Jamilah, cara berpakaian, tutur kata dan dugaan korupsi yang dilakukan kepala sekolah tersebut.

“Tolong jelaskan mengapa ibu sering berkata kasar, tidak senonoh dan cabul kepada sejumlah siswa, termasuk guru? ujar salah seorang perwakilan siswa.

“Dari informasi yang kami dapat, ibu pernah menelpon salah seorang guru (Pak Ismail), dan berkata kasar, sampai hendak menyantet bapak itu, apakah benar?”

Baca juga:

“Mengapa hadiah yang kami terima dalam bentuk uang, selalu dipotong setengahnya?

Jamilah yang diklarifikasi tentang situasi sekolah dan model unjuk rasa siswa tersebut, mengaku tidak mempersoalkan cara-cara para siswa tersebut dalam menyampaikan aspirasinya.

“Bagi saya tidak soal, bagaimanapun bentuk dan caranya, saya terima. Ini bagian dari demokrasi. Saya tidak merasa dipermalukan. Itulah cara anak-anak menyampaikan aspirasinya Maklumlah,” katanya.

Jamilah juga membantah semua tuduhan yang dialamatan siswa kepada dirinya, termasuk penggunaan anggaran BOS dan lainnya.

“Penggunaan anggaran di sekolah ini banyak dipantau dan diaudit oleh pihak lain. Saya tidak berani macam-macam,” ujarnya.

Seorang siswa yang dikonfirmasi mengatakan, mereka justru tidak mau jika dialog diwakili oleh sejumlah siswa. Mereka yang justru ingin dialog terbuka dan apa adanya di lapangan sekolah, sehingga didengar oleh seluruh elemen sekolah termasuk media.

“Ibu itu awalnya yang minta perwakilan siswa untuk berdialog. Tapi kami tidak mau,” kata siswa kelas 2 yang tidak menyebutkan nama itu.

 
(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN