Thu. Apr 25th, 2019
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Geledah 6 Ruangan di PT Krakatau Steel, KPK Sita Sejumlah Barang Bukti

Teks Sumber : Suara.com

Inilahjambi – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menggeledah Kantor PT Krakatau Steel, di Jalan Industri, Cilegon, Banten sejak Senin 25 Maret 2019 hingga Selasa 26 Maret 2019 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca lagiJaksa Putar Video Konferensi Pers Prabowo di Sidang Ratna Sarumpaet

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan dilakukan di 6 ruangan termasuk ruangan tersangka Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro.

“KPK melakukan penggeledahan di Kantor Pusat PT Krakatau Steel, Jalan Industri, Cilegon, Banten. Tim menyisir 6 ruangan dalam proses penggeledahan yang berlangsung sekitar 12 jam,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Selasa 26 Maret 2019.

Adapun 6 ruangan yang digeledah oleh penyidik KPK yakni Ruang Direktur Teknologi dan Produksi, Ruang Direktur Logistik, Ruang General Manager Blast Furnace Complex Krakatau Steel, Ruang Manager Blast Furnace Plan, Ruang GM Central Maintenance and Facility, dan Ruang Material Procurement.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen maupun bukti elektronik terkait kasus suap proyek pengadaan barang di PT Krakatau Steel tahun 2019.

“Disita sejumlah dokumen terkait proyek yang dikerjakan atau direncanakan oleh PT Krakatau Steel dan sejumlah barang bukti elektronik yang berasal dari data computer PT KS. Bukti-bukti tersebut akan kami pelajari lebih lanjut untuk proses penyidikan ini,” terang Febri.

Baca lagi : Kominfo Tak Janji Blokir PUBG, Rudiantara Tunggu Respon MUI

Sebelumnya, KPK menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro sebagai tersangka. Wisnu diduga menerima suap dari dua pengusaha yakni Kenneth Sutardja (KSU) dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET) dalam proyek pengadaan barang dan peralatan senilai Rp 24 miliar.

Sudah dibagikan