Grup Band Hutan Tropis Asal Sumsel Luncurkan Album “3500Hz”

Hutan Tropis Band meluncurkan album anyar di Palembang 29 Agustus 2018/ist

Inilahjambi – Hutan Tropis Band mengukuhkan eksistensinya di blantika musik Indonesia dengan melauncing Album bertajuk 3500HZ di Bingen Cafe, Jumat 31 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB di Palembang, Sumatera Selatan.

Hutan Tropis Band beranggotakan lima orang personil yang selain dikenal sebagai musisi, mereka juga dikenal sebagai aktivis lingkungan di Sumsel ini. Yaitu, Jemmy Delvian sebagai vokalis, Wiwin di gitar, Hari di keyboard Instagram dan video di buzz.

“Hutan Tropis ini berdiri karena keprihatinan terhadap lingkungan yang sudah semakin menurun,” terang Jemmy pada awak media sebelum tampil, Jumat malam.

Menurut Jemmy, kondisi lingkungan kita sekarang ini jauh berbeda dibandingkan ketika kita kecil dulu. Sudah mulai panas, hal ini sejak maraknya pembalakan hutan, apalagi sekarang marak juga kegiatan tambang di berbagai wilayah Sumsel ini.

“Dari pemikiran itu, maka kami dengan kemampuan bermain musik yang dimiliki, Kami ingin melakukan sesuatu kontribusi yang positif lah. Semoga bisa menjadi perhatian bagi banyak pihak tentang kondisi ini,” ungkap Wakil Bendahara IWO Sumsel ini.

Dikatakan, 3500HZ ini adalah judul album Hutan Tropis yang pertama, walaupun berdiri sudah 6 tahun tapi baru ini album yang dirilis. Kalau menciptakan karya sebetulnya sudah lumayan banyak, pada album ini hutan tropis ada 9 lagu salah satu dari 9 lagi itu berjudul 3500 Hz.

“Kenapa 3500 Hz? Hal itu karena 3500 Hz adalah angka frekuensi audio yang dihasilkan oleh serangga tonggeret (Cicadidae), yang juga dikenal dengan nama sesiagh dalam bahasa Besemah di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Album “3500 Hz” sambung Jimi, terinspirasi dari keberadaan dan kontribusi sesiagh di alam, misalnya getaran sesiagh turut menyempurnakan proses fotosintesis tumbuhan di sekitarnya. Selain itu, frekuensi ini bisa didengar dengan jelas oleh telinga manusia.

Fenomena alam ini yang akhirnya diangkat oleh Hutan Tropis untuk judul album terbarunya “3500 Hz”. Dan album ini dirilis oleh Demajors, sebuah label yang banyak memberi kontribusi pada warna musik Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodi Yudono, mengapresiasi apa yang dilakukan personil hutan tropis band.

Menurutnya, Jimmy ini musisi langka saat ini. Ketika kawan-kawan lain bernyanyi atau bermusik untuk urusan perut, dia ini untuk urusan kemanusiaan karena ngomongin lingkungan hidup, ngomongin soal kemanusiaan dan kehidupan.

“Saya kira Jimmy salah satu musisi dengan tanda kutip yang cerdas, tidak semua seniman itu cerdas. Seniman itu ditentukan oleh apa ada maunya,” ujar ketua IWO yang juga budayawan ini.

Dia berharap, Jimmy jadi virus yang positif di tengah kelompoknya. Jodhi menyatakan rasa bangganya, karena keluarga besar IWO memiliki sosok seperti dia.

“Wartawan juga harus jadi Panglima kebudayaan bangsa ini,” pungkas Jodi yang juga menjadi penyayi pembuka pada launching album perdana Hutan Tropis Band bersama Iir Stone dan Dirut Band malam ini.

 

 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN