Sel. Des 18th, 2018

Habib Bahar Diperiksa, FPI Datangi Bareskrim Bawa Poster Bocah yang Ancam Bunuh Jokowi

Sumber dan Foto Detik.com

Inilahjambi – Habib Bahar bin Smith akan diperiksa di Bareskrim Polri terkait kasus penyebaran ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menjelang pemeriksaan, massa FPI menggelar demonstrasi di depan kantor Bareskrim.

Massa tiba pukul 10.00 WIB. Ada satu mobil komando yang datang bersama massa. Setiba di lokasi, massa sempat membaca zikir.

Baca juga: Soal Habib Bahar bin Smith, Yusril Ihza Mahendra Sarankan ini ke Jokowi

Tampak beberapa orang membawa poster yang menyatakan dukungan moral kepada Habib Bahar. Selain itu, ada massa yang membawa poster.

Terlihat dari poster-poster yang dibawa, ada beberapa judul berita terkait kasus penghinaan presiden.

Satu di antaranya kasus ABG berinisial S (16) di Kembangan, Jakarta Barat, yang menghina serta mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Video S menghina dan mengancam Jokowi sempat viral di media sosial. S lalu menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Kepada polisi, dia mengaku membuat video tersebut untuk bercanda dan mengetes kemampuan polisi.

Selain itu, ada soal penangkapan siswa SMK yang menghina Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggunakan kata-kata kasar lewat media sosial.

Baca juga: Habib Bahar Pilih Busuk di Penjara Daripada Minta Maaf Terkait Ucapannya Soal Jokowi

Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi mengatakan massa berasal dari Jawara Betawi, FPI, LPI, dan majelis taklim yang ada di Jabodetabek. Menurut dia, aksi ini untuk mendukung Habib Bahar.

“Cuma mengawal aja (Habib Bahar). Jadi nggak ada aksi yang lain. Kita hanya mendukung, men-support Habib Bahar,” kata Maman di lokasi, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis.

Maman berharap Habib Bahar bebas tanpa ada tuntutan apa-apa. Dia lalu mengungkit soal poster-poster yang dibawa yang berisikan soal kasus penghinaan presiden lainnya.

“Yang jelas kita minta keadilan. Karena banyak di luar Habib Bahar ini yang menghina kepala negara itu hanya didiamkan. Tidak pernah diproses. Kami hanya menuntut keadilan, bagaimanapun Habib Bahar dalam konteks pembicaraan itu nggak pernah menghina pemerintah. Artinya, banyak hal-hal di luar itu (menghina pemerintah), kenapa tidak pernah diproses. Seperti yang di spanduk itu,” ucap Maman.

 

 

Sudah dibagikan