Hak Jawab GPK PPP Kota Jambi Soal Berita: Dukung Fasha Tinggalkan CE, Berapa Maharnya?

Gerakan Pemuda Kakbah Kota Jambi/Rie

Inilahjambi – Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kota Jambi, Fardiansyah angkat bicara soal berita yang dimuat inilahjambi.com dengan judul “Dukung Fasha, Tinggalkan CE, Ketua PPP Jambi Takut Periuk Nasinya Terguling, Berapa Maharnya?”

Menurut ketua sayap pemuda PPP ini, partai mereka mendukung Syarif Fasha itu murni karena hasil survei.

“Kami menanggapi berita yang berjudul Dukung Fasha, tinggalkan CE, Ketua PPP Jambi Takut Periuk Nasinya Terguling, Berapa Maharnya?”, disini kami sampaikan selama ini kami tidak pernah mendukung CE, jadi dikatakan kami meninggalkan CE, itukan tidak benar,” kata Fardiansyah yang didampingi Sekretaris Bapillu DPW Provinsi Jambi, Ade Mardhan, Senin sore 20 Januari 2020 di kawasan Sungai Asam, Kota Jambi.

Fardiansyah menilai berita tersebut seolah menggiring opini publik bahwa PPP telah dibayar melalui mahar oleh Syarif Fasha.

“Kalau dari judul ini. itukan seolah-olah menggiring opini masyarakat seolah-olah kami meninggalkan CE karena Fasha memberikan mahar yang lebih besar,” kata
Kata Fardiansyah lagi.

Berita terkait: Dukung Fasha, Tingggalkan CE, Ketua PPP Jambi Takut Periuk Nasinya Terguling, Berapa Maharnya?

Ditegaskan dia, PPP selama ini mendukung Fasha tidak pernah berbicara soal mahar.

“Sesuai yang sampaikan oleh Ketua Evi (Ketua DPW PPP Provinsi Jambi Evi Suherman), kami dukung Fasha ini tidak pernah bicara masalah mahar,” singkat Fardiansyah.

Sebelumnya, Evi Suherman mengatakan bahwa dukungan PPP kepada Syarif Fasha murni keputusan pengurus pusat.

Menurut dia, dirinya tidak bisa melawan kehendak partai, sebab akan berdampak kepada posisinya.

Artinya dia bisa saja dipecat atau diganti melalui mekanisme PAW.

Bahkan, Evi menyebut istilah periuk nasinya bisa terbalik kalau melawan putusan partai.

INILAH IKLAN

“Keputusan partai jika sayo lawan, berakibat periuk nasi sayo terguling. Banyak (ketua DPW) provinsi lain melawan kebijakan DPP, pada akhirnya dipecat dan di-PAW,” kata Evi, melalui sambungan telepon, Senin 20 Januari 2020.

 

 

HOT NEWS