Harga Karet Anjlok, Pasar Tradisional Sepi Sejak Tiga Tahun Lalu

Inilahjambi, BATANGHARI – Merosotnya harga karet dalam tiga tahun ini berdampak bagi perekonomian rakyat kecil dan juga bagi pedagang. Transaksi sepi, utamanya di pasar tradisional, seperti pasar tradisional di Kecamatan Muara Tembesi.

Menurut Ketua Pengelola Pasar, Santoso, sejak tiga tahun ini pengunjung maupun pedagang di Pasar Minggu PU Muara Tembesi tersebut mengalami penurunan sekitar 50 persen.

Menurut dia, saat harga karet petani masih di atas Rp10.000 perkilogram, jumlah pengunjung maupun pedagang di Pasar PU itu sangat ramai. Para pembeli datang dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Batanghari.

Karena Tembesi adalah merupakan termasuk pasar letak lokasi cukup strategis, sehingga bagi kecamatan tetangga dengan mudah untuk berbelanja ke Pasar PU Muara Tembesi. Saking ramainya, kata Santoso, para pengunjung berdesakan saat mau belanja.

“Kalau dulu ramai sekali, yang datang seperti dari Kecamatan Mersam, Marosebo Ulu, Marosebo Ilir, Batin XXIV ada juga dari Kecamatan Muara Bulian,” ungkapnya akhir pekan kemarin.

Santoso menyebutkan, dulu para pedangang mulai buka pada pukul 0.7.00 WIB pagi hingga jam 15.00 WIB, tapi kini pengunjung maupun pedagang jauh lebih sepi dari tiga tahun yang lalu.

“Saat ini jam 11.00 WIB sudah sepi. Ini karena petani tidak lagi memikirkan beli pakaian ataupun barang-barang yang dianggap tak penting, daripada beli yang tidak penting lebih baik beli beras,” ujarnya.

Meskipun pengunjung pasar sepi, namun pihaknya tetap selalu memberi keamanan dan kenyaman bagi pengunjung maupun pedagang.

“Kita tetap menjaga keamanan sampaikan kapanpun,” katanya.

 

 

 

(Syahreddy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOROTAN