Hasan Basri: BKD Kerinci Diduga Lindungi Kasus Johani Wilmen

Bagikan:

Hasan Basri: BKD Kerinci Diduga Lindungi Kasus Johani Wilmen


Inilah Jambi –  Praktisi hukum dan aktifis, Hasan Basri.SH.MH menduga Badan Kepegawaian Daerah Kerinci melindungi kasus dugaan pemalsuan dokumen dan tanggal lahir terkait Johani Wilmen.

Hasan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam menindaklanjuti laporan kasus tersebut.

Dikatakan Hasan, dalam kasus tersebut dirinya telah melapor Johani Wilmen, atas dugaan memalsukan dokumen dan mengubah tahun lahir mulai menemukan titik terang.

Baca juga:

“Kita mendapat tanggapan dari KASN. Mereka meminta tambahan data. Insyaallah permintaan KASN akan dikirim,” kata Hasan Basri kepada InilahJambi, Minggu 19 Januari 2020 sore.

Selain itu, dirinya juga melayangkan laporan ke BKD (Badan Kepegawaian daerah) Kabupaten Kerinci beberapa waktu lalu. Namun, kata Hasan Basri, hingga saat belum ada tanggapan.

“Surat kami masih dipendam dalam ruangan salah satu kantor BKD. Saat kami konfirmasikan kepada kepala BKD bernama Syahril belum tau dan tidak pernah melihat apa lagi membaca laporan kami,” ungkapnya

Dikatakannya, kalau kasus Johani Wilmen tidak ditindaklanjuti BKD Kerinci, maka ketidakadilan di Kerinci akan menjadi subur.

“Laporan ini kita awasi terus sambil menunggu jawaban dari pihak BKD. Tentu punya batas waktu tertentu menunggu jawaban BKD. Kalau surat kita tidak ditanggapi, maka pelayanan pemerintah kita laporkan ke tingkat lebih tinggi,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, inilajambi belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari BKD Kerinci.


Kasus Dugaan Ijazah Palsu Johani Wilmen di Kerinci Ditangani Mabes Polri


Inilah Jambi – Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Johani Wilmen memasuki babak baru. Kasus tersebut kini ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Perkembangan terbaru kasus tersebut, saat ini sudah keluar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Hal tersebut disampaikan oleh pelapor, Arya Candra. Dia mengatakan kasus tersebut tidak berhenti. Bahkan Bareskrim Mabes Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Pada tanggal 25 Maret lalu, SP2HP sudah terbit. Saat itu saya ke Bareskrim, sekalian mengurus perkara lain. Saat itu, penyidik menyampaikan SP2HP kasus tersebut diteribtkan,” ungkapnya.

Dengan terbitnya SP2HP, lanjut dia, ini menandakan keseriusan penyidik menangani kasus tersebut, yang sebelumnya sempat tertunda gegara pandemi Covid-19 dan Pilkada serentak 2020 baca selengkapnya 

Bagikan:
SOROTAN