Sun. May 26th, 2019

Indonesia Muda ‘Semprot’ dan Desak Mahfud Segera Minta Maaf Pada Rakyat

Teks Sumber : RMOL.CO

Inilahjambi – Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional Indonesia Muda mengecam dan menyayangkan pernyataan Mahfud MD bahwa Prabowo-Sandi menang di provinsi Islam garis keras, pernyataan itu tidaklah ilmiah dan menyakiti perasaan rakyat Indonesia. Salah satu provinsi yang disebutkannya adalah Aceh.

Baca lagi : Mahfud MD: Prabowo dan Jokowi Diuntungkan Dengan Kesalahan Real Count KPU

Oleh karen itu, Mahfud MD yang belakangan ini terkesan sebagai tim pemenangan Jokowi sebaiknya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Islam di Aceh tidak anti nonmuslim, bahkan rakyat Aceh dapat berteman dengan siapapun. Penganut Agama lain tidak pernah diganggu ketika melaksanakan ibadah mereka,” ujar Wakil Ketua Umum Indonesia Muda Hilman Firmansyah dalam keterangan persnya, Senin 29 April 2019.

Menurut Hilman, pernyataan penuh tendesius itu bukanlah cermin seorang tokoh bangsa. Bahkan ia menyebut pengetahuan Mahfud MD tentang daerah-daerah di Indonesia belum menyeluruh.

Ia melanjutkan, Mahfud MD dinilai telah merusak citra Aceh sebagai sebuah bangsa. Ia telah menghina Aceh sebagai entitas dan identitas. “Mahfud MD harus bisa membuktikan pernyataannya atau ia telah menyebar fitnah dan kebencian,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Islam di Aceh adalah masyarakat Aceh tidak mempersoalkan perbedaan mazhab, bahkan Aceh tidak begitu mempersoalkan pernyataan Ahok yang didemo berjilid-jilid.

Mahfud MD tampak tidak menggunakan prinsip ilmiah bahwa Prabowo-Sandi Menang di Aceh karena Rakyat Aceh Pemilih cerdas. Faktanya, Rakyat Aceh Memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno

“Harusnya Mahfud MD mengeluarkan pernyataan menyejukkan di tengah ancaman konflik vertikal dan horizontal. Kini, atas ucapan tersebut, Mahfud MD telah mengkapling Indonesia berdasarkan Pemilih Prabowo dan Jokowi. Pernyataan Mahfud MD tidak mencerminkan beliau sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Mahfud MD harusnya mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila, bukan sebaliknya,” urainya.

Masih menurut Hilman, seorang mantan Ketua MK dan kini anggota Dewan Pengarah BPIP tidaklah pantas mengeluarkan pernyataan yang rasis. Sangat disayangkan tuduhan bahwa Islam di Aceh dituding sebagai Islam garis keras.

Baca lagiKubu Jokowi Minta Prabowo Setop Klaim Menang, BPN: PDIP Terganggu?

“Mahfud MD sebaiknya meminta maaf kepada rakyat Aceh, Jawa Barat, maupun daerah lain yang diklaim terdapat Islam garis keras karena Jokowi kalah. Mahfud MD kelihatan nalarnya makin pendek, tidak objektif dalam melihat dan menilai realitas politik,” jelasnya.

Sudah dibagikan