Ini Alasan Wanita PSK dan Waria Tolak Masuk Panti Sosial

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Hal yang ditakutkan para wanita pekerja seks komersial(PSK) dan waria ketika di tangkap petugas Trantib atau Sat Pol PP adalah ketika mereka dimasukkan ke panti sosial.

Biasanya para PSK dan waria tersebut langsung menjerit dan serta merta menolak. Berbagai alasan diajukan ke pihak Dinas Sosial Kota Jambi, agar mereka tidak dikirim ke Panti Sosial Bina Remaja Wanita Harapan Mulya yang berlokasi di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan.

Salah satu agar lepas dari tuduhan sebagai wanita penghibur hidung belang itu, mereka biasanya memanggil keluarganya untuk menjamin bahwa dia bukan seperti yang dituduhkan oleh tim yang menjaring saat para PSK dan waria itu sedang mencari mangsa.

Dari pengakuan sejumlah wanita PSK itu, jika mereka masuk ke panti sosial, jelas mereka tidak bisa lagi mencari uang dengan cara yang dianggap mudah dan cepat dapat uangnya.

”Kalau masuk panti sosial gimana dengan anak saya bang. Mereka butuh biaya untuk sekolah,”kata Wulan salah seorang PSK yang sempat ditangkap tim Trantib Kecamatan Pasar beberapa waktu lalu.

Ani, petugas dari Dinas Sosial Kota Jambi menegaskan, selama menangani permasalahan penyakit masyarakat ini, dia tidak pernah mentolerir jika memang wanita PSK itu terbukti melakukan tindakan asusila dengan jelas-jelas menjajakan dirinya ke hidung belang.

”Kita akan kirim ke panti sosial. Dan disana mereka akan di beri pembinaan paling lama 1 tahun dan paling cepat 6 bulan,”kata Ani.

Dan, selama disana, terang dia, para wanita PSK, termasuk waria akan di beri pelatihan dan juga pembinaan rohani.

”Banyak kok, setelah keluar dari panti sosial wanita PSK itu hidupnya lebih baik dan mereka benar-benar insyaf,”pungkas Ani.
(BUDHIONO)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN