Sun. Dec 8th, 2019

Presiden Joko Widodo/net

Jokowi Akui Ekonomi Indonesia Lesu

Inilahjambi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kondisi ekonomi Indonesia tengah lesu. Namun presiden mengatakan bakal giat menyodorkan produk kreatif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar global.

Hal ini dilakukan agar Indonesia tetap bisa mengambil keuntungan dari sisi ekspor.

Kepala Negara menjelaskan kondisi ekonomi dan pasar global memang sedang tidak baik.

Baca juga: Mesin Buatan Cina Penyebab Gudang Minyak Ilegal di Sijenjang Terbakar

Hal itu membuat kinerja perdagangan bagi sejumlah negara melambat, termasuk Indonesia. Khususnya bagi produk-produk yang diproduksi secara massal oleh industri arus utama (mainstream).

Meski begitu, ia mengatakan peluang bagi Indonesia untuk merebut keuntungan ekspor di tengah perlambatan ekonomi global sejatinya masih ada.

Asalkan Indonesia masuk ke pasar internasional melalui produk-produk ekonomi kreatif, seperti yang dilahirkan oleh UMKM.

“Sebetulnya pasar-pasar tertentu itu masih banyak peluang tapi jangan masuk ke pasar yang bergerak massal, yang mass product dengan negara-negara yang sudah memproduksi secara massal. Yang benar ya seperti produk dengan keterampilan tangan ini, kekuatan kita (Indonesia) di situ,” ungkap Jokowi usai membuka pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Lihat juga:

Untuk itu, ia ingin agar setiap pihak mampu meningkatkan daya saing dari produk-produk UMKM Indonesia. Misalnya, dengan mendukung pengembangan kemasan dan merek, akses pembiayaan, pemasaran, hingga akses ke pasar global itu sendiri, baik secara konvensional maupun digital.

“Kalau UMKM kita masukkannya ke produk massal, kalah kita dengan barang-barang dari negara lain,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu hal yang coba diupayakan pemerintah untuk membantu para UMKM adalah dengan membangun jaringan internet agar pemasaran digital berkembang.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah memberikan keringanan pajak bagi UMKM dengan tarif hanya sebesar 0,5 persen secara final.

“Paling tidak di seluruh Tanah Air ini sudah dihubungkan semuanya. Memang belum secepat yang kita inginkan, tapi paling tidak seluruh Tanah Air sudah tersambungkan semuanya,” katanya.

Sudah dibagikan