Jokowi Batalkan Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api di Jambi

Jokowi Batalkan Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api di Jambi

Baca juga:

Inilahjambi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan proyek pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Palembang-Jambi.

Proyek tersebut sedianya akan dimulai tahun ini melalui proses pembebasan lahan.

Selain Proyek di Jambi, Jokowi juga mencoret 13 Proyek Strategis Nasional lain, yakni pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, proyek sistem penyediaan air minum air minum regional di Sumatera Utara.

Kemudian Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, lalu Kawasan Ekonomi Khusus Merauke.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan dari hasil evaluasi, Darmin bilang pemerintah memutuskan untuk mencoret 14 proyek dari daftar PSN yang nilainya Rp 246 triliun.

“Sehingga dari hitung-hitungan itu, di Kuartal I-2018 di-drop 14 proyek, nilainya Rp 264 triliun,” kata Darmin, Senin 16 April 2018.

Menurut Darmin, alasan pemerintah mengeluarkan 14 proyek dari daftar PSN karena seluruh proyek tersebut memang belum bisa direalisasikan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra, mengaku sudah mendapat informasi tentang pembatalan pembangunan jalur kereta api tersebut.

Namun dirinya belum menerima surat atau pemberitahuan resmi dari kementerian.

“Kita belum menerima keputusan resmi dari Kemenhub berkaitan dengan informasi pembatalan pembangunan jalur rel kereta api Palembang-Jambi.

Namun kalau itu benar terjadi sangat disayangkan,” kata Varial melalui pesan whatapps, menjawab inilahjambi, Selasa 17 April 2018.

Menurut Varial, pihaknya tetap akan menunggu rilis resminya dari Kemenhub.

Sebab berdasarkan informasi yang diterimanya, Biro Perencanaan Kemenhub juga masih menunggu hasil notulen rapat.

Varial menegaskan, sejauh ini belum ada anggaran Pemerintah Provinsi Jambi yang digelontorkan untuk rencana pembangunan jalur kereta ini.

Sebab semua anggaran Proyek Strategis Nasional digunakan dari APBN, termasuk pembebasan lahan, yang sedianya akan dimulai tahun ini.

 

(Nurul Fahmy)

 

Bagikan
HOT NEWS