JPM Trona Berusaha Hilangkan Barang Bukti Kabel yang Tewaskan Tukang Ojek?

Trona

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Pihak JPM Trona tampak berupaya mengilangkan barang bukti seutas kabel yang telanjang di lokasi tewasnya seorang tukang ojek di pusat perbelanjaan itu.

Pantauan inilahjambi, Kamis 16 Juni 2016, di TKP, beberapa pekerja termasuk sekuriti membersihkan dan menutup-nutupi TKP, padahal lokasi itu telah diberi garis polisi oleh aparat Polsek Jelutung.

“Kabelnya sudah tidak ada lagi, sudah dibersihkan dan diperbaiki oleh sekuriti/ Lokasi itu juga sudah ditutup spanduk,” kata seorang tukang ojek yang biasa mangkal di sana.

Menurut sekuriti trona yang sedang menutupi tempat itu, dia diminta oleh bos-nya untuk menutupi tempat itu agar tidak terlihat menyolok.

“Saya cuma disuruh bos,” singkatnya.

Sebelumnya, seorang tukang ojek ditemukan tewas di tempat itu. Diduga, tukang ojek itu tersengat listrik dari seutas kabel yang telanjang, tepat di bawah neon box pada Selasa malam 14 Juni 2016 sekitar pukul 21.30 WIB.

Sejumlah saksi mata mengatakan, tukang ojek bernama Sap yang setiap hari mangkal di Trona itu ditemukan pagi harinya dalam posisi sujud, dengan tubuh mengeras di bawah neon box (papan iklan) di dekat pos sekuriti. Diduga, yang bersangkutan tersengat listrik sejak malam sebelumnya.

“Abang itu ditemukan pagi harinya oleh sejumlah rekan ojek. Langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, ternyata sudah meninggal. Kami menduga dia tersengat listrik di neon box yang telanjang saat akan buang air kecil,” kata salah seorang ojek di lokasi, Rabu 15 Mei 2016.

Sejumlah kerabat tukang ojek menuding ada kelalaian dari pihak JPM Trona sehingga menyebankan hilangnya nyawa orang lain.

“Kasus ini akan kami teruskan secara hukum. Kami telah laporkan ke polisi, kita tunggu saja proses di kepolisian. Setelah tahu hasilnya dari penyisik, selanjutnya akan kita tuntut manajemen Trona ini,” kata Taufik, salah seorang kerabat korban.

Manajemen Trona yang dikonfirmasi tidak bersedia memberi keterengan. Mereka memgaku urusan tersebut hanya bos yang berhak memberi keterangan, sementara sang bos Andi Wardhana sedang tidak di lokasi.

“Pak Andi tidak di lokasi. Dia di luar kota,” kata Mardiana, HRD JPM Trona, Rabu kemarin.

Baca juga:

– Sapri (56) tukang ojek yang mangkal di depan pusat perbelajaan Trona, ditemukan tewas di bawah neon box ATM BNI pada Selasa, 14 Juni 2016.

Dari keterangan tukang ojek lainnya, Sapri tersetrum kabel Trona yang berada di dekat pos jaga mall sejak Selasa malam, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Sapri tersetrum kabel Trona yang berada dekat pos jaga mall pada Selasa malam saat mall mau tutup, dan ditemukan pagi harinya dengan kondisi sudah kritis. Sapri akhirnya tewas Rabu malam dirumah sakit,” ujar salah teman ojeknya, Rabu 15 Juni 2016.

Ditambahkannya, kabel mall Trona yang berada di pos jaga tersebut memang kelihatan ngeri apalagi saat hari hujan.

“Kabel di pos jaga Trona memang kelihatan rawan apabila hujan tiba, pos tersebut memang menjadi tempat istirahat bagi tukang ojek yang mangkal di depan trona ” jelas dia.

Tukang Ojek Tewas Tersengat Listrik di JPM Trona, Mayat Baru Ditemukan Pagi Hari

Sejumlah saksi mata mengatakan, tukang ojek bernama Sap yang setiap hari mangkal di Trona itu ditemukan pagi harinya dalam posisi sujud, dengan tubuh mengeras di bawah neon box (papan iklan) di dekat pos sekuriti. Diduga, yang bersangkutan tersengat listrik sejak malam sebelumnya.

“Abang itu ditemukan pagi harinya oleh sejumlah rekan ojek. Langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, ternyata sudah meninggal. Kami menduga dia tersengat listrik di neon box yang telanjang saat akan buang air kecil,” kata salah seorang ojek di lokasi, Rabu 15 Mei 2016.

Menurut dia, seperti biasa Bang Sap menunggu penumpang terakhir yang akan diantarnya pulang sekitar pukul 21.30. Sebelum itu dia buang air ke lokasi yang agak terlindung di bawah neon box ATM Bank. Namun sial, dia terpengang/terpijak kabel listrik yang telanjang.

“Saat itu sekuriti Trona melihat sepeda motor yang dtinggalkan korban. Karena tidak ada yang punya, akhirnya sepeda motor itu disimpan dan diantarkan ke rumah pemilik setelah bertanya-tanya. Pagi harinya baru diketahui mayat Bang Sap tegeletak tidak jauh dari pangkalan motor tersebut,” paparnya.

Saat ini jenazah tukang ojek telah dimakamkan di pemakaman umum Talang Jauh, Jelutung. Belum ada keterangan dari pihak berwajib terkait insiden kelalaian pemilik/manajemen Trona yang mengakibatkan melayangnya nyawa manusia.

“Ini kelalaian pihak Trona, mengapa ada kabel telajang di lokasi umum seperti itu. Ini harus diusut,” kata rekan tukang ojek lainnya.

 

(Nurul Fahmy)
INFORIAL