Kabakaran Lahan, Dirjen LHK Tegur Tiga Perusahaan di Jambi dan Riau

Inilahjambi, JAMBI – Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Kementerian LHK mengeluarkan peringatan keras pada tiga perusahaan di Jambi dan Riau, karena arealnya terbakar di perbatasan Jambi dab Sumsel.

Kebakaran lahan di areal tersebut telah terjadi sejak jelang Lebaran hingga hari Minggu 10 Juni 2016 kemarin.

Menurut Dirjen PHPL, bila perusahaan itu tidak berhasil memadamkan api dalam waktu singkat, dengan batas waktu 1-3 hari, maka akan ditingkatkan prosesnya melalui Ditjen Penegakan Hukum.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus melakukan patroli terpadu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama masa libur Lebaran 2016, Kementerian LHK menemukan 35 titik api.

“Pemantauan titik api atau hotspot terus dilakukan sepanjang libur Lebaran. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberlakukan sistem dan memonitor laporan yang masuk setiap hari. Data terbaru per Sabtu 9 Juli 2016 siang tercatat 35 hotspot di seluruh Indonesia,” demikian siaran pers Kementerian LHK yang diterima inilahjambi.com Minggu 10 Juli 2016.

Total hotspot periode 1 Januari–9 Juli 2016 berdasarkan Satelit NOAA 18/19 tercatat 1.043 titik.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, terjadi penurunan sebanyak 2.121 titik atau 67,03 persen.

Sedangkan menurut data Satelit Terra/Aqua sebanyak 1.868 titik. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, mengalami penurunan 329 titik atau 14,97 persen. Penurunan hotspot dan antisipasi meluasnya Karhutla di periode yang sama ini berkat kerja keras banyak pihak, terutama tim patroli terpadu.

Kementerian LHK melakukan patroli terpadu bersama TNI dan Polri. Beberapa operasi pemadaman di lapangan langsung dilakukan begitu mendapati adanya titik api.

Di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, sudah diketahui terjadi pembakaran di areal konsesi. Saat ini pelaku dalam pemeriksaan intensif pihak Polres.

 

 

 

(Olivia Admira)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN
error: OPPPS, MAU NGAPAIN? Konten ini dilindungi !!