Kapolsek Telanaipura Akui Belum Tahu Pelaku Penggamparan Wanita di Kantor Polisi adalah Anak Bupati Cek Endra

Inilahjambi – Meski berita sejumlah media online santer menyebut pelaku penggamparan wanita bernama Jamila  pada Minggu 29 Oktober 2017 di kantor polisi Lalu Lintas Simpangpulai, Kota Jambi, adalah Eko Syailendra anak sulung Bupati Sarolangun, Cek Endra.

Namun Kapolsek Telanaipura Kompol Ahmad Bastari mengaku belum mengetahui siapa pelaku penganiayaan tersebut.

Bastari yang dikonfirmasi mengatakan, kasus ini sedang dalam penyelidikan pihaknya, sehingga dia belum mengetahui siapa pelaku.

“Ini masih dalam penyelidikan. Saya belum mengetahui pelakunya,” kata Bastari, melalui sambungan telepon kepada Inilahjambi, Selasa 30 Oktober 2017.

Bastari juga enggan menanggapi sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa pelaku adalah anak Bupati Sarolangun, Cek Endra.

“Saya tidak mau menanggapi isu. Saya bicara fakta, dan sampai kini kami belum mengetahui siapa pelakunya.,” tegas Bastari.

Ditanya kapan proses penyelidikan dapat diekpose dan hasilnya diketahui umum. Lagi-lagi Bastari tidak menjawab dengan pasti.

“Inikan masih dalam pengembangan dan penyelidikan. Kita tunggu saja. Bukan itu saja yang kami urus,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Tanjab Timur ini.

Baca juga:

Terlibat Cekcok di Jalan, Anak Bupati Cek Endra ‘Ngamuk’ dan Gampar Wanita Pengendara

 

Sebelumnya peristiwa cekcok yang berawal dari dugaan kecelakaan lalu lintas dan berujung aksi penamparan terjadi di wilayah Simpangpulai, Kota Jambi, tepatnya di dekat Kantor Satuan Unit Lakalantas pada Minggu 29 Oktober 2017.

Korban atas nama Jamila mengatakan, peristiwa tersebut terjadi atas dugaan adanya kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan dua mobil.

“Jadi saya membawa mobil, tiba-tiba seperti ada bunyi ‘duk’. Tapi saya jalan terus. Tahu-tahu mobil saya ditabrak dari belakang, dan pengendara mobil itu lantas melintangkan mobilnya ke depan mobil saya,” ujar Jamila, Senin 30 Oktober 2017.

Dikatakan Jamila, pengendara mobil Nissan X Trail warna putih nomor Polisi B 1787 KRS itu turun dan mengetuk kaca mobil hendak mengambil kunci. Namun Jamila buru-buru menaikkan kaca. Oleh pengendara, tutur Jamila, kaca itu ditarik hingga pecah.

“Dia tarik kaca mobil saya sampai pecah,” kata Jamila yang mengaku saat itu membawa mobil Toyota Ayla.
Kejadian itu lantas dibawa ke Kantor Polisi lalu lintas yang berada tidak jauh dari sana. Tapi di kantor polisi insiden penamparan terjadi.

“Saya shok nian, habis dimarah-marahin habis tuh langsung ditampar,” ujar Jamilah.

 

(Nurul Fahmy)

 

 

Bagikan
HOT NEWS