Kepsek di Jambi Diperintah Tak Serahkan Jabatan Menyusul Kabar OTT Kabid Disdik

Inilahjambi – Kepala SMA dan SMK se Provinsi Jambi diperintahkan tidak melakukan serah terima jabatan kepada kepala sekolah yang baru dilantik pada Selasa 7 Januari 2020 malam.

Pelantikan 256 kepala SMA/SMK/SLB itu sendiri terkesan dilakukan secara diam-diam dan tiba-tiba karena dilakukan malam hari sekira pukul 21.00 WIB.

Perintah mempertahankan jabatan ini disampaikan kepada kepala sekolah-kepala sekolah yang dicopot dari jabatannya maupun yang dimutasi ke sekolah lain.

Perintah juga disebut sebagai respon atas kabar operasi tangkap tangan (OTT) salah satu kepala bidang di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kamis malam.

Sumber Inilahjambi di salah satu sekolah menyatakan, perintah itu sampai kepadanya pagi ini, Jumat 10 Januari 2020 dari pengawas sekolah melalui telepon.

Baca juga: Dewan Etik IWO Jambi Lulus Ujian Doktor Ilmu Hukum dengan Disertasi Politik Hukum di Lahan Gambut

“Saya ditelpon pengawas sekolah. Katanya diperintahkan oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mempertahankan jabatan kepala di sekolah. Kalau Kepsek baru datang, dibilang, biar saja ada dua kepsek,” kata sumber Inilahjambi.com yang dinonjobkan/dimutasi sebagai kepsek, Jumat 10 Januari 2020.

Dipaparkan sumber, saat itu dirinya tidak tahu bahwa telah terjadi pelantikan. Tiba- tiba mendapat kabar bahwa dirinya diganti sebagai kepala sekolah.

“Aneh sekali. Tanpa pemberitahuan tiba-tiba saja diganti dan dilantik yang baru. Bahkan banyak yang tidak siap ketika dilantik itu. Dan anehnya, pagi ini saya ditelpon lagi agar mempertahankan jabatan saya sebagai kepala sekolah, ” ujar sumber tersebut.

Plt Kadis: Jangan Ditafsir Aneh-Aneh

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra yang dikonfirmasi Inilahjambi.com, mengatakan, perintah mempertahankan jabatan itu tidak ada kaitannya dengan isu OTT.

Pesan itu, kata dia, disampaikan agar tidak terjadi kekosongan jabatan pasca pelantikan kepala sekolah.

“Hal itu sudah saya sampaikan sebelum isu OTT ini. Jadi tidak ada kaitannya. Kaitannya adalah soal SK yang belum terbit, agar tidak terjadi kekosongan jabatan. Sementara SK belum terbit, maka kepala sekolah lama silahkan menjabat di sekolah masing-masing sampai kepala sekolah baru datang dengan SK-nya. Jangan ditafsirkan aneh-aneh,” kata Varial.

Kalau soal isu OTT salah satu kabidnya, lanjut Varial, tidak menjadi soal dia. Kata dia, siapa yang berbuat itu yang bertanggung jawab.

“Tapi kan sampai pagi isu OTT itu belum terkonfirmasi,” kata Varial lagi.

Sementara ihwal kabar OTT memang tidak jelas ujung pangkalnya. Tiba tiba saja menyeruak isu OTT entah dari mana sejak sore kemarin. Sejumlah media online di Jambi kelimpungan mencari fakta OTT ini.

Hingga Jumat pagi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman membantah kabar OTT terhadap salah satu kepala bidang di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Menurut dia telah ada konfirmasi dari pejabat terkait bahwa kepala bidang yang dikabarkan kena OTT ternyata sedang di Kerinci.

“Katanya sakit,” kata Sudirman, Jumat pagi.

 

(Editor: Nurul Fahmy)

HOT NEWS