Sab. Jan 25th, 2020

Konsultan Pengawas Proyek di Sungaitanduk, Kerinci, Ditahan di Rutan Sungaipenuh

Inilahjambi –  Pihak Kejari Sungaipenuh menerima pelimpahan berkas perkara korupsi pengerjaan proyek di Sungaitanduk, Kerinci tahap 2 (dua), dari penyidik Polres Kerinci, Rabu 8 Januari 2020 sekira pukul 12.00 Wib.

Berkas perkara ini melibatkan tersangka Ir N Hero Putra bin Amalik Yazid ini. Dia merupakan Konsultan Pengawas.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Sudarmanto. Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan berkas dari Penyidik, diperoleh bukti yang cukup, tersangka diduga keras melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, dan dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

“Ya, sudah ditahan untuk 20 hari ke depan, dan kita titip di Rutan Sungaipenuh,” ujar Kasi Pada Sudarmanto saat ditemui, di ruangan kerjanya, Rabu 8 Januari 2020 siang.

Baca juga: Polres Kerinci Tetapkan Kadis PU Sarolangun Ibnu Ziadi Jadi Tersangka Proyek Irigasi

Tersangka Hero Putra, dinyatakan telah melanggar Primair pasal 2 ayat (1) UU No, 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHPidana, Subsidair Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Sebelumnya, ada dua terdakwa dalam sidang dugaan korupsi irigasi di Sungai Tanduk, Kayu Aro Kabupaten Kerinci. Pertama, Ibnu Ziady, Kabid sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi tahun 2016. Ibnu Ziady juga merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ibnu Ziady ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polres Kerinci, pada Senin (31/12) lalu. Kedua Ito Mukhtar, Direktur PT. Anugrah Bintang Kerinci, (kontraktor) dituntut secara terpisah.

Perbuatan Ibnu Ziady dan Ito Mukhtar, kemudian dijerat pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang – undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Subsider, Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1,) (2) dan ayat (3) Undang – undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang – undang No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” ungkap Agung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kerinci, beberapa waktu lalu.

 

(Iwan)

BERITA LAINNYA
Sudah dibagikan