Dilarang Tawuran, 60 Siswa MTS Ini Malah Keroyok Guru BK

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Kurang Ajar Sekali, Dilarang Tawuran, 60 Siswa MTS Ini Malah Keroyok Guru BK


Inilah Jambi – Kepala Kepolisian Sektor Borobudur Resor Magelang Ajun Komisaris Polisi Amin Supangat bersama anggotanya mengamankan siswa yang hendak mengeroyok guru BK sekolah MTs N Borobudur.

Akun resmi divisi Humas Polri melansir kabar, 60 siswa yang siap hendak menghajar guru BK tersebut berhasil digagalkan atas kesigapan anggota Polsek Borobudur mendatangi lokasi.

Kapolsek Borobudur, AKP Amin saat berada di tempat kejadian mengatakan peristiwa ini bermula dari Guru BK yang memanggil beberapa siswa untuk diberi pengarahan agar tidak melakukan tawuran dengan siswa sekolah lain.

Karena dilarang membuat para siswa menjadi naik pitam dan berbalik hendak mengeroyok sang guru.

Selanjutnya Kapolsek Borobudur meminta kepada guru sekolah MTs N Borobudur untuk mendata para siswa tersebut, sedangkan untuk enam siswa yang menjadi provokator kejadian tersebut di berikan tindakan khusus.

Hal tersebut di dukung oleh pihak sekolah serta dari pihak sekolah siap untuk memfasilitasinya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Tawuran Pelajar di Kota Jambi, SMKN 1 Diserang SMKN 3

Baca juga:

Inilahjambi – Sejumlah siswa SMKN 3 Kota Jambi menyerang SMKN 1 pada Selasa 25 Februari 2020, sekitar pukul 13.20 WIB.

Puluhan siswa melempar batu-batu ke halaman depan sekolah. Bahkan, keributan terjadi sampai ke sepanjang Jalan A Thalib Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telainaipura.

Akibatnya jalan di kawasan Simpang Karya menjadi macet dan penuh dengan pelajar SMK yang membawa kayu.

Jambiseru.com melansir, puluhan siswa dari SMK 3 itu tiba dengan berkendara sepeda motor. Lalu berhenti di depan SMK 1 Kota Jambi dan langsung melempar batu ke area parkiran.

Untung, aksi penyerangan atau tawuran tersebut tidak berlangsung lama karena dapat dilerai oleh warga sekitar.

Robi, warga sekitar mengatakan para siswa itu datang menggunakan motor dan membawa kayu.

“Ada yang sendirian, ada juga yang boncengan, yang boncengan itu yang bawa kayu,” ujarnya.

Sementara, Rizki warga lainnya mengatakan, para pelajar itu tiba-tiba saja datang dan langsung melempar ke arah parkiran siswa.

“Setelah melempar batu mereka lansung kabur,” pungkasnya.

 

(Olivia Admira)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN