Tue. Oct 22nd, 2019

Lapak Ukuran 3×4 Meter di Pasar Angso Duo Dijual Rp145 Juta, Pedagang Menjerit…

Pedagang baju bekas menolak relokasi dari Pasar Angso Duo karena harga jual lapak di kios baru mahal/ist

Inilahjambi – Harga lapak ukuran 3×4 meter di Pasar Angso Duo baru mencapai Rp145 juta. Harga tersebut membuat sejumlah pendagang menjerit karena tidak mampu membayar harga sedemikian mahal.

Menurut seorang pedagang, harga itu akan jauh lebih mahal apabila pedagang membeli secara kredit. Menurut dia, satu kios ukuran 4×3 meter akan mencapai Rp300 jutaan.

Baca juga: Ditertibkan, Pedagang BJ di Pasar Angso Duo Melawan…

“Itupun dengan uang muka mencapai Rp40 juta,” kata seorang pedagang kepada Inilahjambi, Jumat 1 Februari 2019.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI), Andre Sirait mengatakan, harga jual semahal itu sangat tidak realistis. Sebab jika dihitung dari nilai material yang digunakan hanya mencapai Rp20 juta.

“Karena secara manual material dan upah tukang bangunan kios 4×3 hanya menghabiskan dana Rp 20 juta saja,” kata Andre.

Untuk itu, selain menolak relokasi dari pasar Angso Duo lama, para pedagang khususnya penjual pakaian bekas juga terus melakukan upaya mediasi dan solusi dengan Pemerintah Provinsi Jambi.

Lihat lagi: Pedagang Pasar Angso Duo Mengadu ke Kapolda Irjen Pol Muchlis AS

“Hari ini (Jumat) atas undangan Asisten III Pemprov Jambi, kami datang ke kantor gubernur untuk melakukan pembahasan. Tapi menunggu sejak pagi, pertemuan baru bisa dilakukan lewat tengah hari sekira pukul 01.30 WIB.,” kata Andre lagi.

Belum ada solusi dari pertemuan tadi. Dikatakan Andre, pertemuan singkat tadi hanya pemaparan dan pemaparan belaka. Dan tidak lama kemudian dijanjikan untuk mengadakan pertemuan di lain waktu yang tidak jelas kapan waktunya.

“Asisten III berjanji akan bediskusi dengan pihak PT EBN, pengembang Pasar Angso Duo, untuk menyampaikan keinginan para pedagang,” ujar Andre Sirait lagi.

Inilahjambi belum mengkonfirmasi persoalan ini ke Pihak PT EBN.

 

 

Sudah dibagikan