Milyaran Beasiswa Pusat Tahun 2015 untuk Batanghari Mandek di BNI Muara Bulian

Bagikan:

Milyaran Beasiswa Pusat Tahun 2015 untuk Batanghari Mandek di BNI Muara Bulian


Inilah Jambi – Ratusan siswa miskin di Kabupaten Batanghari hingga hari ini, 29 Februari 2016, belum menerima dana beasiswa (Bantuan Siswa Miskin) yang digelontorkan Pemerintah Pusat tahun 2015 lalu melalui BNI. Nilai totalnya fantastis, mencapai Rp2 milyar.

Menurut Wildan, salah seorang orang tua siswa, berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pencairan beasiswa tahun 2015 itu telah selesai sejak bulan November lalu. Namun, hingga akhir Februari 2016 mereka belum juga menerima dana tersebut.

“Dulu waktu berkas kami diminta, didesak-desak agar segera disiapkan, sekarang sudah selesai, malah dananya belum kami terima,” sesal Wildan.

Sebagian orang tua menduga, dana sengaja ditahan oleh pihak bank untuk maksud-maksud tertentu.

“Nilainya (BSM) lumayan besar. Tahun ini beasiswa diberikan untuk 2.000 siswa, kalau satu siswa mendapat Rp1 juta, totalnya mencapai Rp2 milyar. Kan lumayan kalau didepositokan uang segitu,” ujarnya.

Wildan berharap, beasiswa tersebut segera cair, sebab mereka sangat butuh dana tersebut sebagai operasional anak-anak mereka sekolah.

Sumber Inilahjambi di sejumlah sekolah menyebutkan, hingga hari ini sekolah-sekolah yang belum menerima beasiswa yakni SMAN 1 Batanghari, SMAN 7 dan sejumlah sekolah lain yang jauh dari pusat ibukota Batanghari.

“Ada beberapa sekolah yang belum menerima. Ada yang sudah cair, tapi belum lama, masih ditahun 2016 ini,” kata sumber tersebut.

Kepala BNI cabang Muara Bulian, Arkaba, yang dikonfirmasi Inilahjambi, mengakui ada keterlambatan proses pencairan beasiswa BSM di sejumlah sekolah di Batanghari.

“Memang ada beberapa sekolah yang belum menerima, tapi tidak seluruhnya. Banyak juga sekolah yang sudah menerima,” kata Arkaba melalui sambungan telepon, Senin 29 Februari 2016.

Arkaba mengaku, lambatnya proses pencairan beasiswa tersebut karena persoalan teknis, termasuk jauhnya jarak sekolah ke pusat ibukota kabupaten.

“Ada sekolah-sekolah yang letaknya jauh, sehingga kami kesulitan untuk mengantarkannya kesana,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Arkaba, beasiswa itu diambil sendiri oleh siswa di Bank BNI, namun dalam praktiknya pihak bank yang mengantar ke sekolah.

“Kita kasihan lihat anak-anak yang tinggalnya jauh harus ke Muara Bulian. Makanya, kami yang mengantar ke sekolah, tapi, tidak semua sekolah dapat kita capai secepatnya,” sebut dia.

Uniknya, meski Arkaba berdalih jauhnya lokasi sekolah menjadi kendala, ternyata sejumlah siswa di SMAN 1 Batanghari, yang berada di pusat kota juga belum menerima beasiswa BSM tersebut.

“SMAN 1 Batanghari itu rencananya hari ini (Senin), namun karena ada persoalan, maka baru akan kami berikan besok,” kilah Arkaba.

Dia juga menolak tudingan sengaja menahan beasiswa untuk kepentingan tertentu, seperti membungakan dana tersebut melalui deposito.

“Tidaklah, kami tidak lakukan itu. Ini soal teknis saja. Nilainya juga tidak sampai Rp2 milyar, sebab tidak seluruh siswa mendapat dana Rp1 juta, ada juga yang hanya terima Rp500 ribu,” ujarnya.

Diakui Arkaba, hingga hari ini masih ada sekolah yang justru belum menyerahkan data-data siswa yang berhak menerima BSM. Sehingga pihaknya juga kesulitan melakukan verivikasi dan pencatatan administrasi lainnya.

“Soal ini sudah kami laporkan ke Pusat. Semua dana sudah ada pada kami, namun memang butuh proses pecairannya. Diharapkan bulan depan semua sudah tersalurkan,” tutup Arkaba.

Baca juga:

(Nurul Fahmy)

Bagikan:
SOROTAN