Sat. Mar 23rd, 2019

Mobil Esemka Diusulkan Jadikan Monumen Kebohongan, Setuju…?

Presiden Joko Widodo berpose di Mobil Esemka waktu masih menjabat Walikota Solo/net

Inilahjambi – Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu, menggagas ide dibangunnya monumen patung mobil Esemka. Patung mobil Esemka ini diusulkan jadi monumen Anti Kebohongan.

Alasan mantan Komisaris PT Bukit Asam Tbk yang baru dipecat Menteri BUMN karena dinilai tidak sejalan dengan pemerintah ini, agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan.

Baca juga: Prabowo-Sandi Sudah Habiskan Dana Rp46,6 Milyar untuk Kampanye

“Untuk menjaga agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan mungkin suatu saat kita buat monumen anti kebohongan berupa patung mobil Esemka,” kicau Said di akun twitternya @saididu, kemarin 31 Desember 2018.

Said tak lupa mengimbau para nitizen, bagi yang setuju re-twiit dan yang tidak setuju harap cukup klik like.

Hingga berita ini diturunkan delapan ribu lebih nitizen melakukan re-twitt. Sementara seribuan lebih meng-klik like. Ada juga nitizen yang memberi jempol.

Lihat lagi: Kontras Nilai Sepanjang 2018 HAM di Indonesia Tidak Dapat Tempat

Said Didu mengaku, dirinya hampir terjerumus dalam drama janji palsu mobil Esemka tersebut. Namun dirinya yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menolak lantaran yakin adanya kebohongan.

“Tahun 2012-2013, saya sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia ada yang minta agar “mendukung” mobil Esemka �” jawaban saya, bagi Insinyur yang paham kaidah-kaidah Insinyur pasti sulit percaya bahwa mobil tersebut produksi Indonesia. Bisa cek Twitter saya tentang sikap saya tersebut,” ungkap Said Didu.

Sudah lama Said Didu tak percaya soal mobil Esemka. Mantan komisaris di beberapa BUMN ini memang bersuara lantang mengkritik mobil Esemka.

Berita lainnya: Panik Melihat Petugas BNN Kota Jambi, Feri Kabur Tinggalkan Istri

Dalam jejak digital, Said Didu tak meyakini bahwa Esemka bakal bisa diproduksi menjadi mobil nasional.

“Banyak orang bisa buat mobil, bahkan pesawat (kelayakan), tapi tidak banyak yang bisa produksi (kelayakan). ‘Membuat’ berbeda dengan ‘Memproduksi,” ungkap Said Didu dalam twittnya medio Juli 2012.

 

Sudah dibagikan