Mobil Warga Dusun Dalam Sarolangun Dirampas Kawanan Debt Collector

Inilahjambi – Mobil Daihatsu Sigra milik Alamsah, warga Dusun Dalam Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, dirampas debt collector PT Lucretia.

Kawanan debt collector perusahaan penagihan yang bekerjasama dengan Clifan Finance ini merampas mobil Alamsyah pada Selasa 14 Januari 2020 di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, tepatnya di Gapura Perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi.

Alamsah mengatakan, pelaku kurang lebih berjumlah enam orang. Mereka menumpang mobil Avanza dengan nomor polisi BH 1903 NG.

Baca juga: MK: Leasing Tak Bisa Lagi Asal Tarik Kendaraan, Harus Lewat Pengadilan

“Saat mobil saya sedang jalan ada mobil Avanza menutupi jalan yang membuat saya berhenti. Saat berhenti, turun gerombolan orang dari mobil Avanza mengepung, sebagian lagi meminta saya menyerahkan kunci dan STNK mobil,” katanya dilansir penajambi.co, media partner inilahjambi,com

Para debt collector ini menurunkan lima orang kerabat Alamsah yang berada di dalam mobil bersama barang bawaan di lokasi perampasan.

Selanjutnya dua debt collector, membawa paksa kendaraan dan Alamsah menuju kantor Clifan Finance yang berada di Kawasan Jelutung. Kota Jambi.

Disini para debt collector bersama pihak perusahaan pembiayaan menjelaskan bahwa mobil itu harus disita paksa karena menunggak pembayaran selama lima bulan.

Lihat lagi: Istri yang Bantu Suami Perkosa Gadis di Sarolangun Ternyata Tengah Hamil Dua Bulan

Di kantor Clifan Finance ini, Alamsah berusaha menjelaskan bahwa tunggakan mobilnya hanya dua bulan. Sebab beberapa waktu sebelumnya, ibunya telah menyerahkan uang sebesar Rp 14300.000,00 untuk pembayaran cicilan melalui perwakilan Clifan Finance yang ada di Sarolangun.

Karena penjelasannya tidak dipedulikan dan berada di bawah ancaman, Alamsah menyerahkan mobil dan memetuskan untuk pergi meninggalkan kantor Clifan Finance.

Laporan Ditolak Polisi

Pada malam harinya, ditemani pamannya yang berada di Kota Jambi, Alamsah mendatangi Polresta Jambi untuk melaporkan perampasan ini.

Namun oleh petugas jaga, Alamsah diarahkan untuk menyelesaikan langsung persoalan ini dengan pihak yang bersangkutan.

Selanjutnya pada Rabu 15 Januari 2020, Alamsah menemui Dede, perwakilan Clifan Finance untuk mengungkapkan kekecewaan ulah debt collector dan solusi agar mobilnya bisa dikembalikan.

“Soal penarikan, saya tidak tahu menahu, sebab saya hanya berada di kantor. Itu tugas eksekusi kami bekerja sama dengan PT Lucretia Mandiri Abadi pimpinan Edis,” katanya.

Soal bagaimana agar mobil diambil lagi, kata Dede, konsumen harus membayar seluruh tunggakan serta deposit pembayaran angsuran satu bulan kedepan ditambah biaya tarik untuk pihak ketiga yang berhasil mengambil kendaraan di jalanan tersebut.

Selanjutnya Alamsah bersama kerabatnya kembali mendatangi Polda Jambi untuk melaporkan aksi perampasan ke bagian SPKT Polda Jambi.

Baca semua : Berita Debt Collector di Jambi

Disini petugas penerima laporan, Imam, mengaku belum bisa memproses laporan itu karena hanya melampirkan KTP dan SIM.

“Agar laporan bisa diproses, pelapor harus menyertakan bukti kepemilikan yang sah, misalnya bukti setoran pembayaran dan angsuran,” kata Imam petugas SPKT Polda Jambi.

Karena bukti kepemilikan yang diminta polisi berada di rumahnya di Sarolangun, Alamsah akan pulang dulu sementara sebelum kembali melaporkan aksi perampasan debt collector ini.

 

 

 

 

Bagikan
HOT NEWS