Wed. Jan 23rd, 2019
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Ist)

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Ist)

MUI Prihatin 2 Kubu di Pilpres Saling Menyebut dengan Nama Binatang

Teks Sumber: Detik.com

Inilahjambi – Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin adanya nama binatang yang digunakan untuk menghina atau menjelekkan satu sama lain. Menurut MUI, panggilan dengan nama hewan ini menurunkan harkat manusia dan mengganggu ukhuwah Islamiah.

Baca lagiCuri Parfum di Alfamart, T Warga Legok Diamuk Massa

“Dua kubu pendukung ini kemudian berinteraksi secara berlebihan dengan saling menjelekkan dan saling menghina. Termasuk panggilan dengan nama binatang yang hanya menurunkan harkat sebagai manusia dan pola interaksi di media sosial. Ini akan merugikan bangsa merugikan umat Islam, karena akan menganggu ukhuwah Islamiaah,” kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin di kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu 26 Desember 2018.

Dia meminta setiap pihak untuk menahan ego dan mengedepankan ukhuwah Islamiah. Agenda pilpres, diminta Din, jangan sampai merusak kekeluargaan di antara umat Islam.

“Janganlah agenda 5 tahunan merusak keluargaan di antara kita. Maka menghadapi sisa hari menjelang Pemilu baik Pileg maupun Pilpres itu, Dewan Pertimbangan MUI menyerukan warga, khususnya umat Islam untuk dapat menahan diri,” ucap Din.

Din meminta umat Islam tak terjebak kepentingan politik hingga merusak persatuan. Dia menyarakan semua pihak untuk saling memberi kebebasan dalam memberikan aspirasi.

“Kemudian kedepankan persatuan dan kesatuan ukhuwah Islamiah dan untuk tidak terjebak dalam kepentingan politik dan memberikan kebebasan untuk memberikan aspirasi sesuai dengan kata hati tanpa harus menciptakan pertentangan antar-sahabat sama kita,” lanjutnya.

Persoalan panggilan dengan nama hewan, seperti cebong dan kampret, memang sempat mengemuka. Perilaku tersebut pun telah diminta untuk dihentikan, salah satunya oleh Aa Gym, yang mengingatkan masyarakat agar tak memanggil salah satu pihak pendukung maupun peserta Pilpres dengan sebutan cebong atau kampret.

Baca lagiIstirahat Sejenak, Lalu Ahok Bakal Gabung PDIP Setelah Bebas

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym, dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sudah dibagikan