Pasien Meninggal, Keluarga Tuding Dokter di RSUD Raden Mattaher Mal Praktik

Inilahjambi, JAMBI – Seorang pasien bernama Akbar Firdaus (21) warga Broni meninggal dunia pada 7 September 2016 lalu saat akan dioperasi kedua di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi.

Keluarga menduga Akbar yang menderita penyakit infeksi paru-paru meninggal dunia karena mal praktik yang dilakukan dokter N di rumah sakit tersebut.

Salah satu keluarga korban, Jaila Soleha, warga Perumahan Auduri, menyebutkan ada kesalahan pemasangan ukuran slang yang dipasang saat operasi di jantung korban. Ukuran slang tidak sesuai dengan semestinya.

“Seharusnya slang yang dipasang ukuran 27 ternyata, dipasang dokter dengan ukuran 18. Ukuran slang yang digunakan ini saya ketahui dari keterangan yang saya dapat dari dr Ma’aruf, dokter yang menangani Akbar sebelum ditangani dr N,” papar dia di kantor Gubernur Jambi, Selasa 20 September 2016.

Dijelaskannya, kondisi Akbar setelah dipasang selang ke paru-parunya justru mengalami bengkak hingga kondisinya menjadi kritis dan akhirnya meninggal dunia pada 17 September 2016 saat hendak operasi kedua.

“Setelah dipasang selang di paru-paru, tubuh AKbar menjadi bengkak dan kondisinya menjadi kritis. Akhirnya korban meninggal dunia pada Sabtu 17 September 2016 kemarin ketika hendak dilakukan operasi kedua,” jelas Julia Soleha.

Pihak keluarga meminta pertanggungjawaban dr N di RSUD Raden Mattaher atas dugaan mal praktik tersebut, sehingga Akbar meninggal dunia.

“Kami minta pertanggungjawaban dr N yang memasang selang kepada korban dengan ukuran salah. Saya juga minta Gubernur Jambi membenahi pelayanan di RSUD Raden Mataher agar kejadian ini tidak terjadi lagi yang membuat nyawa orang melayang,” tambah dia.

 

Baca juga: 

 

 

(Zalman Irwandi)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOROTAN