Pedagang Pasar: Nyesal Kami Pilih Fasha Jadi Walikota Jambi

Pedagang Pasar: Nyesal Kami Pilih Fasha Jadi Walikota Jambi

Inilahjambi – Sejumlah pedagang di kawasan Istana Anak-Anak mengungkapkan kekesalannya atas niat Pemerintah Kota Jambi yang akan menggusur mereka dari lokasi tersebut.

Salah seorang pedagang jam di kawasan itu, Daniel, bahkan mengaku menyesal telah memilih Syarif Fasha sebagai Walikota Jambi.

Baca juga: Selain Walikota Jambi Fasha, Kejagung Juga Periksa…

“Nyesal saya pilih dia (Sy Fasha) jadi Walikota. Kebijakannya tidak berpihak pada masyarakat. Dia hanya mementingkan pengusaha besar,” ucap Daniel di lokasi usahanya di Kawasan Istana Anak-anak, Selasa 22 Maret 2016.

Dipaparkan Daniel, dirinya sudah 40 tahun berjualan di kawasan itu.

Sementara itu Iwan, pedagang baju, menambahkan, para pedagang di Pasar Tanah Pilih ini selalu membayar uang sewa ke Dinas Pasar secara rutin sebesar Rp650 ribu perbulannya.

“Kami selalu rutin membayar uang sewa ke Dinas Pasar,” ujar Iwan.

Ditegaskannya, mereka akan tetap melawan (kebijakan pemkot), walaupun harus mati.

“Kami tidak akan membiarkan tempat i mi ini dialihfungsikan. Sudah puluhan tahun kami tempati kawasan in untuk mencari nafkah,” katanya.

“Kami berjanji, atas nama ratusan pedagang di pasar ini tidak akan memilih Fasha lagi jadi Walikota, apabila pasar ini jadi dibongkar,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Senin, puluhan pedagang juga mendatangi gedung DPRD Kota Jambi.

Mereka menyampaikan penolakan mereka atas rencana pengalihfungsian Pasar Tanah Pilih (Istana Anak-Anak).

 

(Zalman Irwandi)

 

Baca juga: Baca juga: Kasus Korupsi, Walikota Jambi Syarif Fasha Diperiksa Tim Kejagung RI

Inilahjambi – Tim Penyelidik Satgassus P3TPK Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) memeriksa Walikota Jambi Syarif Fasha di kantor Kejaksaan Tinggi Jambi pada Rabu 31 Juli 2019.

Fasha diperiksa sebagai pelaksana proyek proyek pipanisasi pembangunan air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2009-2010.

Berdasarkan surat panggilan Kejagung RI pada tanggal 23 Juli 2019 yang beredar di kalangan wartawan, Fasha diminta hadir pukul 09:00 WIB di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.  Baca selengkapnya…

 

 

 

Bagikan
HOT NEWS